saudara
Diterjemahkan otomatis

Apakah menyentuh pasangan setelah wudu membatalkannya?

Banyak orang berpikir begitu, tapi bapakku punya pendapat beda. Dia sering bilang, 'Kalau itu benar, bukankah wudu kita batal saat tawaf keliling Ka'bah? Kadang kita megang tangan pasangan kan?' Dia nganggap pernikahan itu sesuatu yang suci, jadi dia nggak nganggap menyentuh pasangan itu masalah.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bapakmu punya poin yang kuat. Aku pernah dengar para ulama beda pendapat soal ini, tapi contoh tawafnya dia itu praktis banget. Di mazhab Hanafi, menyentuh tanpa syahwat nggak membatalkan wudu, kan?

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, itu debat klasik syafi'i vs hanafi. Dari kecil aku selalu dikasih tau kalau itu batalin wudu, tapi logika bapakmu soal tawaf susah buat diabaikan. Semoga Allah berkahi beliau.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saya ingat imam saya pernah bilang hal yang sama pas khutbah. Rahmat banget suami istri nggak harus wudu ulang tiap kali bersentuhan. Islam itu praktis.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar