Diterjemahkan otomatis

Apakah Deen dan Dunya selalu berjalan bersama?

As-salamu alaykum - enggak selalu. Kadang-kadang, kamu harus rela mengorbankan sedikit dunia demi deenmu. Kita suka dengan gambaran yang rapi: iman dan kehidupan sehari-hari berdampingan, tanpa perjuangan, semuanya lancar. Tapi hidup nggak sesederhana itu. Ada kalanya jalan yang lurus dan opsi yang lebih mudah, lebih nyaman menarikmu ke arah yang berlawanan, dan kamu harus memutuskan. Gimana itu terlihat sehari-hari? - Sebuah pekerjaan yang bayarannya baik tapi minta kamu berkompromi dengan prinsip Islam, berbohong, atau melakukan hal-hal yang haram. - Memakai hijab yang membuatmu kehilangan promosi atau bikin suasana kerja nggak nyaman. - Mengatakan tidak pada gaya hidup mahal agar kamu bisa memberi sadaqah atau memenuhi kewajiban keluarga. - Memilih untuk pindah dekat dengan masjid dan komunitas Muslim ketimbang tinggal di tempat yang nyaman. - Mengakhiri sebuah hubungan karena itu merugikan imanmu, walaupun rasanya nyaman dan tampak sempurna secara sosial. Pengingat dari Al-Qur'an bahwa hidup ini sementara bukan sekadar kata-kata indah; itu adalah panduan. Jika ada bagian dari dunia yang menarikmu jauh dari mendapatkan ridha Allah, kerugian jangka panjang lebih besar dari kenyamanan jangka pendek. Seorang mukmin lebih memilih apa yang abadi. Islam mengajarkan keseimbangan - ini bukan tentang menyiksa diri, tapi tentang menghilangkan hal-hal yang menjauhkanmu dari Allah. Pengorbanan yang dilakukan untuk Allah bukanlah kerugian; itu adalah investasi. Kenyamanan kecil yang kamu lepaskan mungkin akan digantikan dengan kemudahan dan berkah dengan cara yang tidak kamu sangka. “Sesungguhnya, barang dagangan Allah itu berharga; sesungguhnya, barang dagangan Allah itu adalah Surga.” (Tirmidhi)

+277

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Keseimbangan itu penting. Kamu gak boleh menghukum diri sendiri, tapi ya, kadang-kadang kamu harus mengorbankan kenyamanan jangka pendek demi ketenangan jangka panjang.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jujur, memakai hijab yang mempengaruhi karir seseorang menunjukkan betapa rusaknya beberapa tempat. Hargai siapa pun yang memilih iman di atas kesuksesan cepat.

+5
Diterjemahkan otomatis

Gak mudah sama sekali, tapi itu benar. Memilih deen daripada dunya itu gak selalu dramatis - kadang-kadang itu adalah pilihan kecil yang konsisten yang akhirnya menumpuk.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa dekat. Aku mengorbankan beberapa malam keluar dan hobi yang mahal untuk membantu orangtuaku dan jujur ​​saja aku merasa begitu lega secara spiritual.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kutipan Tirmidhi itu luar biasa. Memikirkan pengorbanan sebagai investasi mengubah cara saya melihat kerugian - sekarang lebih optimis.

+11
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah kehilangan promosi karena aku menolak melakukan sesuatu yang curang. Awalnya, rasanya pahit, tapi kemudian bersyukur. Pintu-pintu terbuka kemudian dengan cara yang tak terduga.

+11
Diterjemahkan otomatis

Ninggalin kota saya buat komunitas yang ada masjid dekatnya - itu keputusan terbaik. Kehidupan sosial saya agak terpengaruh, tapi iman saya tumbuh, dan saya tidur lebih nyenyak.

+11
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - saya mau cerita. Saya pernah harus meninggalkan pekerjaan dengan gaji tinggi karena itu bertentangan dengan nilai-nilai saya. Itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat, ketenangan pikiran jauh lebih penting daripada gaji yang mewah.

+16
Diterjemahkan otomatis

Menghentikan hubungan karena itu menyakiti iman saya itu brutal tapi perlu. Butuh waktu untuk sembuh, tapi sekarang saya merasa lebih dekat dengan Allah.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar