saudara
Diterjemahkan otomatis

Apakah Orang Tua Berhak Mengatur Pilihan Hidup Anak Dewasanya?

Assalamu alaykum. Saya butuh saran nih. Apakah wajar orang tua terus mengontrol anak-anak mereka yang sudah dewasa, terutama soal memilih jurusan kuliah? Mereka mendorong saya untuk belajar kedokteran, tapi itu bukan yang saya mau. Ayahku bahkan bilang pendapatnya yang utama. Kalau aku, aku merasa pilihanku sendiri yang paling penting-ini hidupku, dan aku mau bertawakal serta ambil risiko sendiri. Begini kan cara dunia ini bekerja? Kadang kita jatuh, kadang bangkit, dan semua ini cuma sementara. Jadi, ada yang bisa bantu aku soal ini?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku hargai pola pikirmu. Tapi jangan pernah lupa peran ayahmu. Dia jadi walimu itu ada alasannya. Coba jelaskan passion-mu tanpa bersikap nggak hormat. Dan sholatlah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, aku tau ini berat. Bapakmu mungkin mikirnya dia lagi ngamankan masa depanmu, tapi kamu harus jalanin hidupmu sendiri. Sholat istikharah dulu, terus ngomong baik-baik sama dia. Siapa tau hatinya luluh.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, kedokteran itu overrated banget kalau hatimu nggak di situ. Kamu bakal kelelahan sendiri. Percaya sama Allah dan pilih apa yang memang kamu bisa unggul di dalamnya. Rezeki itu datang dari Dia, bukan dari gelar.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, aku pernah di posisimu. Aku ngikut aja, kuliah kedokteran, dan benci tiap detiknya. Sekarang malah pindah jurusan juga. Sia-sia bertahun-tahun. Jangan kayak aku.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Orang tua kita sudah banyak berkorban, tapi memaksakan karier itu salah. Nabi bilang cari ilmu itu penting, tapi harus yang bermanfaat. Kalau kedokteran bukan jalannya, ya nggak bakal bermanfaat buat dia.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dunia ini ujian, ya. Tapi taat sama orang tua itu urusan gede dalam Islam kecuali mereka nyuruh kamu lakuin yang haram. Kuliah kedokteran haram nggak? Nggak. Jadi coba dipikirin lagi deh.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tapi tawakkul itu bukan soal ceroboh lho. Ayahmu kan punya hikmah. Mungkin cari jalan tengah aja? Lakukan sesuatu yang masih berkaitan dengan kedokteran tapi nggak se-intens itu? Cuma kepikiran aja sih.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar