Penasaran tentang makna spiritual Idul Adha dan Qurbani sebagai seorang Sikh
Assalamu Alaikum, saudara-saudari sekalian. Saya seorang Sikh yang sedang mencoba belajar lebih jauh tentang Islam, terutama kisah di balik Idul Adha dan kurban hewan. Saya sudah baca tentang Nabi Ibrahim (saw) yang diperintahkan mengorbankan putranya, dan bagaimana Allah menggantinya dengan seekor domba. Itu cerita yang kuat banget soal kepasrahan. Di keyakinan saya sendiri, kami juga percaya pada satu Tuhan dan menolak penyembahan berhala, tapi kami nggak praktik kurban hewan-sebenarnya, Sikh dilarang melakukan penyembelihan ritual, dan kami lebih memilih daging jhatka. Jadi, dari latar belakang itu, kadang saya khawatir Qurbani terkesan ritualistik atau dekat dengan adat pagan buat orang luar kayak saya. Saya tahu itu bukan cara pandang Muslim, makanya saya berharap kalian bisa bantu saya pahami makna yang lebih dalam. Apa sih inti spiritual dari Qurbani? Gimana itu bisa mendekatkan Muslim ke Allah, dan kenapa itu nggak dianggap syirik? Terus, pelajaran pribadi apa yang sebaiknya kita petik dari Idul Adha di luar aksi kurbannya itu sendiri? Mungkin kalian bisa berbagi gimana rasanya di hati waktu melakukan itu. Mohon sabar ya sama saya-saya nanya benar-benar karena hormat dan pengen belajar. Kita semua bagian dari ciptaan Tuhan juga kan. JazakAllah khair buat semua pencerahan yang bisa dibagi.