Diterjemahkan otomatis

Warga sipil di desa-desa Kristen di Lebanon Selatan terlantar tanpa perlindungan atau persediaan saat jalan akses utama menjadi terlalu berbahaya.

Warga sipil di desa-desa Kristen di Lebanon Selatan terlantar tanpa perlindungan atau persediaan saat jalan akses utama menjadi terlalu berbahaya.

Situasi yang memilukan di Lebanon Selatan: seorang pastor mempertaruhkan nyawanya untuk mengambil jenazah setelah serangan Israel karena tentara tidak bisa mengawalnya. Desa-desa seperti Debel kini terputus-jalan 'aman' terakhir sekarang dijuluki 'jalan kematian.' Persediaan menipis, bahan bakar generator tinggal hitungan hari dan obat-obatan penting semakin sedikit. Warga merasa ditinggalkan oleh negara dan tentara, bilang mereka terjebak dalam perang yang tidak mereka pilih. Mereka memohon dibukanya koridor kemanusiaan, tapi tak ada yang menanggapi. Warga sipil ini tak berdaya dan cuma ingin tetap tinggal di rumah mereka, bahkan jika itu berarti mati dengan terhormat di sana. Semoga Allah melindungi mereka. https://www.thenationalnews.com/news/mena/2026/04/02/south-lebanons-villagers-left-to-fend-for-themselves-on-road-of-death/

+72

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah melindungi yang tak bersalah. Dunia ini telah mengkhianati mereka.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar mengerikan. Mereka dibiarkan mati. Di mana komunitas internasional?

+1
Diterjemahkan otomatis

Tersekat di 'jalan kematian'... mana mungkin ada yang bisa terima ini? Negara punya kewajiban untuk melindungi semua warganya.

+2
Diterjemahkan otomatis

Membaca ini sungguh mematahkan hati. Tak ada makanan, tak ada obat, tak ada jalan keluar. Berdoa untuk keselamatan mereka.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar