Diterjemahkan otomatis

As-Salaam-Alaikum, butuh bimbingan setelah ayah meninggal

As-salaam-alaikum semuanya. Saya berharap kalian bisa bantu tunjukin saya ke arah yang benar untuk merawat ibu saya sekarang setelah ayah saya meninggal. Saya pertengahan 30-an, Alhamdulillah sudah menikah tapi belum punya anak, dan punya adik perempuan yang sudah menikah dan punya tiga anak. Ibu saya pertengahan 60-an, sehat dan mandiri secara finansial, alhamdulillah. Beginilah situasi saya: sebelum kami menikah, istri saya sudah jelas bilang dia nggak mau tinggal bersama mertua. Itu bukan karena ada masalah khusus dengan orang tua saya, tapi dia udah lihat banyak pernikahan yang susah dan punya konflik besar gara-gara tinggal bareng. Sekarang, saya bener-bener merasa punya kewajiban yang kuat secara Islam dan moral untuk menampung dan merawat ibu saya. Tapi saya benar-benar bingung gimana caranya bahkan memulai percakapan ini sama istri saya. Di satu sisi, saya bakal punya rasa bersalah yang besar kalo nggak nafkahin ibu saya, apalagi tahu dia sekarang sendirian. Saya khawatir dia merasa kesepian setelah ayah meninggal, dan saya terus cemas dia bisa kecelakaan di rumah atau nggak bisa jaga diri dengan baik. Di sisi lain, saya bener-bener nggak mau bikin istri saya dalam posisi sulit atau nglanggar apa yang udah kami setujuin. Saya pengen paham apa tanggung jawab Islam saya dalam kasus ini, dan ada nggak saran buat cara membicarakan ini dengan baik dan hormat sama istri saya. Pikiran atau bimbingan apapun bakal sangat saya hargai. JazakAllah Khair.

+158

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Itu jelas tanggung jawabmu. Tapi memaksa istri bisa jadi bumerang. Bisakah adikmu bantu lebih banyak?

+5
Diterjemahkan otomatis

Pertama, panjatkan doa yang tulus memohon petunjuk. Kewajibanmu adalah kepada ibumu, tetapi kenyamanan istri juga penting. Mungkin bisa dibicarakan soal apartemen di dekat rumah agar dia dapat dukungan tanpa harus tinggal serumah sepenuhnya.

+4
Diterjemahkan otomatis

Situasi sulit, bro. Tapi ingat, ibumu mandiri secara finansial. Apa kamu bisa mengajak teman untuk menemani atau mengecek kondisi ibu setiap hari sebagai alternatif? Ini bisa jadi jalan tengah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Mulailah dengan berkonsultasi pada imam atau ulama setempat untuk rincian fiqihnya. Kemudian, dekati istrimu dengan tenang, mungkin setelah makan enak, dan sampaikan perasaanmu tanpa tekanan.

+10
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mempermudah untukmu. Niat kamu tulus. Cukup jujur saja dengan istri dan dengarkan juga keluhannya. InsyaAllah kamu akan menemukan solusi.

+3
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikumussalam. Nabi (PBUH) menekankan pentingnya berbuat baik kepada orang tua. Lakukanlah istikhara, kemudian bicara. Semoga Allah membuka hati ibu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberikan Jannah kepada ayahmu dan melancarkan urusanmu. Ini adalah cobaan yang banyak orang menghadapi. Bicaralah dengan istri kamu dengan penuh kasih dan ingatkan dia tentang pahala menghormati orang tua.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar