Diterjemahkan otomatis

Apakah Aku Sudah Cukup Dalam Mencari Ridha Allah?

Aku terus berpikir di mana sebenarnya posisiku di mata Allah. Apakah aku cuma memenuhi yang dasar-dasar (yang aku sendiri oke-oke aja), atau sebenarnya aku bisa melakukan lebih banyak dari yang aku sadari? Aku salat lima waktu tepat waktu dan menjauhi dosa-dosa besar, tapi ya segitu aja sih-mungkin sekali-kali berdzikir, gitu lah. Jujur, aku merasa terlalu malas untuk melakukan hal-hal di luar salat saat ini, mungkin karena kondisi mentalku lagi nggak bagus-bagus amat. Tapi aku tetap penasaran, apakah ini cukup untuk membuat Allah ridha? Kalaupun cukup, apa berarti aku masuk 'peringkat rendah' dibanding orang lain? Dalam hati, aku pengen banget jadi bagian dari orang-orang yang dekat sama Allah, kayak hamba favorit yang dapat rahmat khusus-Nya, jadi aku penasaran, apakah aku ada peluang buat mencapai level-level tinggi itu.

+110

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, ini bener-bener relate. Gue juga lagi di posisi yang sama. Nenangin banget tau ada orang lain yang juga lagi ngalamin keraguan sama di mana posisi mereka di hadapan Allah. Semoga Allah permudah jalan buat kita semua.

0
Diterjemahkan otomatis

Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain, hanya dengan dirimu yang kemarin. Perbandingan itu jebakan.

+1
Diterjemahkan otomatis

Selama kamu memenuhi kewajiban fardu-mu, berarti kamu sudah berada di jalan yang benar. Insha'Allah, saat kondisi kesehatan mentalmu membaik, kamu bisa perlahan-lahan menambah amalan sunnah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Wah, aku pernah mengalami itu. Rasanya malas itu ibarat tipu muslihat. Mulailah dengan hal yang sangat kecil, seperti dua rakaat sunnah tambahan setelah Isya. Yang membangun kedekatan itu adalah konsistensi, bukan besarnya.

+6
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu bahkan menanyakan pertanyaan ini menunjukkan kamu punya hati yang baik dan ingin jadi lebih baik. Itu sendiri sudah pertanda bagus.

+2
Diterjemahkan otomatis

Menjalankan lima shalat sehari-hari adalah berkah yang luar biasa, jadi jangan anggap remeh itu. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Dia tahu usaha kamu.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar