Diterjemahkan otomatis

Butuh Saran: Haruskah Saya Membahas Kesalahan Masa Lalu dengan Calon Pasangan?

Assalamualaikum semuanya. Ayah saya baru-baru ini mengajukan lamaran pernikahan dengan putri kerabat untuk saya, dan keluarga mereka sudah setuju. Saya dan gadisnya belum berbicara sama sekali. Ini yang jadi kekhawatiran saya: waktu kuliah, saya pernah (dan ini sangat saya sesali) mencoba alkohol dan ganja, dan itu berlangsung selama sekitar satu setengah tahun. Saya sungguh-sungguh bertobat, memohon ampunan Allah, dan berhenti. Saya sudah tidak minum alkohol selama lebih dari tiga tahun dan tidak pakai ganja selama satu setengah tahun. Alhamdulillah, bahkan di masa-masa itu pun, saya tetap berpegang pada iman saya. Saya percaya pada kejujuran dan tidak ingin menyembunyikan hal ini dari calon pasangan, karena bisa memicu masalah nantinya dan rasanya juga tidak benar. Namun, karena dia adalah kerabat, saya khawatir kalau informasi ini bocor, bisa merusak reputasi saya-tidak ada satu pun keluarga saya yang tahu. Kalau ini jadi hal yang tidak bisa diterima olehnya, saya mengerti dan akan mundur dengan hormat. Tapi kalau dia memberitahu orang tuanya atau kerabat lain, ini bisa cepat menyebar, dan bisa menyulitkan saya mendapatkan lamaran lain nantinya, karena keluarga-keluarga biasanya saling berkonsultasi dengan kerabat untuk memeriksa latar belakang. Saya bisa saja memintanya untuk merahasiakannya, tapi saya tidak yakin bagaimana cara menangani situasi ini dengan bijak. Ada pendapat?

+45

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Situasi yang sulit, bro. Mungkin tunggu sampai kamu sudah membangun kepercayaan sebelum diskusinya? Tapi kamu juga benar, menyembunyikannya juga tidak baik.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ini antara kamu, dia, dan Allah. Yang sudah berlalu, biarlah berlalu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Kejujuran selalu kebijakan terbaik, saudaraku. Allah melihat taubat yang tulus. Semoga Dia memudahkanmu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar