Diterjemahkan otomatis

Sebuah pertanyaan tentang pandangan kita terhadap qisas dalam Islam dan perbandingannya dengan hukum baru Israel

Salam semua, aku sedang bergumul dengan sesuatu dan pikir sebaiknya aku bagikan di sini untuk menjernihkan pikiran. Banyak saudara-saudara kita yang kesal dengan hukum baru yang memperlakukan orang Palestina berbeda dengan orang Israel, terutama dalam hal tuduhan kekerasan seperti melempar batu ke tank. Ini membuatku memikirkan tentang qisas dalam hukum Islam. Dari yang kupelajari, qisas umumnya berlaku ketika seorang Muslim membunuh Muslim lain atau non-Muslim membunuh seorang Muslim, tapi belum tentu ketika seorang Muslim membunuh non-Muslim, kecuali dalam beberapa keputusan mazhab Hanafi. Mazhab lain seperti Maliki atau Hanbali mungkin tidak mengizinkannya. Ini membingungkan, dan aku bertanya-tanya apakah ini tidak mirip dengan hukum yang kita kritik-seperti standar ganda di mana aturan berlaku berbeda untuk kelompok yang berbeda. Jika benar bahwa kebanyakan ulama melihat membunuh non-Muslim sebagai hal yang kurang parah, dan qisas tidak diterapkan, lalu mengapa kita marah ketika negara-negara non-Muslim punya hukum yang tampak menguntungkan satu kelompok dibanding lainnya? Haruskah kita tidak konsisten dengan prinsip kita sendiri? Kudengar ada pengecualian di masa Hazrat Umar (RA), tapi tidak ada hukum tetap yang mengizinkan qisas untuk non-Muslim yang dibunuh oleh Muslim. Jujur, ini memberiku keraguan, dan aku akan berterima kasih jika ada yang bisa membantu memperjelas ini. Mengapa kita punya hak untuk marah jika hukum kita sendiri mungkin punya ketidaksetaraan serupa? Mungkin aku salah paham sesuatu, jadi jawaban yang tulus akan sangat membantu. Jazakallah khair.

-11

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, lo ngeribetin banget. Qisas itu soal keadilan dalam negara Islam, bukan buat dibandingin sama hukum penjajahan kolonial. Hukum Israel itu soal penindasan, bukan keadilan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Pertanyaan penting. Perbedaan utama adalah niat dan konteks. Qisas bertujuan untuk keseimbangan sosial yang adil, sedangkan hukum yang Anda sebutkan dirancang untuk menegakkan ketidaksetaraan. Kita harus mengritik ketidakselarasan, tetapi situasi ini tidaklah setara.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar