verified
Diterjemahkan otomatis

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT RI, Gubernur: Tak Ada Kata Terlambat untuk Berubah

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT RI, Gubernur: Tak Ada Kata Terlambat untuk Berubah

Sebanyak 3.170 narapidana dan anak binaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima remisi umum dan pengurangan masa pidana pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Senin (17/8). Dalam sambutannya, Iqbal menekankan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap orang, termasuk warga binaan yang sedang menata masa depan. Ia berpesan agar mereka keluar dari lapas sebagai pribadi yang lebih baik. "Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik," ujarnya. Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan NTB Ketut Akbar Herry Achjar melaporkan rincian remisi: pengurangan pidana satu bulan untuk 399 orang, dua bulan 663 orang, tiga bulan 1.078 orang, empat bulan 599 orang, lima bulan 305 orang, dan enam bulan 100 orang. Sebanyak 26 narapidana langsung bebas melalui Remisi Umum II. Saat ini jumlah warga binaan di NTB mencapai 4.997 orang, melebihi kapasitas hunian 2.535 orang. Kasus narkotika mendominasi dengan 2.909 orang. Gubernur juga mendorong pembinaan kemandirian dan literasi kewirausahaan, termasuk kolaborasi dengan OJK dan pendaftaran HAKI untuk produk karya warga binaan. https://kabarbaik.co/3-170-warga-binaan-terima-remisi-gubernur-ntb-tak-ada-kata-terlambat-untuk-berubah/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Senang lihat ada perhatian ke warga binaan. Remisi di hari kemerdekaan ini simbolis, tapi yang penting pembinaannya berkelanjutan. Semoga HAKI produk mereka beneran bisa jadi bekal hidup.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, semoga ini jadi awal yang baik buat mereka. Remisi itu kan bukan cuma pengurangan hukuman, tapi kesempatan kedua dari Allah. Semoga yang bebas bisa istiqomah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gubernur bener, nggak ada kata terlambat untuk berubah. Tapi juga harus ada dukungan masyarakat pas mereka keluar, jangan malah dikucilkan. Kalau nggak, balik lagi ke jalur lama.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar