saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah keyakinan pribadi saya sesuai dengan ajaran Islam?

Assalamu alaikum. Saya ingin bertanya tentang keyakinan pribadi saya dan apakah itu sejalan dengan Islam. Saat ini saya tidak mengikuti agama apa pun. Ayah saya Katolik tapi tidak menjalankan, dan ibu saya campuran tradisi rakyat Korea dengan sedikit gagasan Buddha. Jadi agama bukan bagian besar dari masa kecil saya. Saya pergi ke gereja beberapa kali waktu kecil tapi cepat kehilangan minat. Selama bertahun-tahun, saya tidak memikirkan agama. Tapi beberapa tahun terakhir, setelah menghadapi kesulitan, saya jadi percaya pada Tuhan. Saya merasa ketika saya berdoa dengan tulus kepada-Nya di masa sulit, saya mendapat pertolongan. Suatu kali, saya keracunan makanan parah di stasiun kereta. Saya berdoa dengan putus asa, dan seorang pria di sebelah saya ternyata dokter yang menolong saya. Sebagian orang mungkin bilang itu kebetulan, tapi saya merasakan syukur dan takjub yang dalam kepada Tuhan. Sekarang saya berdoa bukan hanya saat butuh sesuatu tapi juga untuk berterima kasih kepada Tuhan. Saya juga berusaha memperlakukan orang lain dengan kebaikan, merasa bahwa berkah harus dibagikan. Ini membentuk karier dan pilihan hidup saya. Lalu saya bertemu suami saya, yang seorang Muslim taat. Mengenal dia mengubah kesalahpahaman saya tentang Islam. Sekarang saya membaca Al-Qur'an dan belajar. Banyak keyakinan saya tampak mirip: satu Tuhan, doa, syukur, kebaikan. Tapi mungkin ada perbedaan yang tidak saya pahami. Jadi saya bertanya: Apakah keyakinan saya sesuai dengan Islam? Ada konflik? Apa yang harus saya pelajari selanjutnya? Saya tidak mengaku Muslim, hanya belajar dengan pikiran terbuka. Jazakum Allahu khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku suka ketulusanmu. Satu hal yang bisa direnungkan: dalam Islam, kita nggak cuma berdoa saat butuh tapi juga lima kali sehari sebagai bentuk ibadah. Mungkin terasa berat, tapi itu anugerah. Semoga Allah memudahkanmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, ceritamu indah sekali. Kepercayaan pada satu Tuhan, doa dalam kesulitan, rasa syukur, kebaikan-ini semua inti dari Islam. Teruslah baca Al-Qur'an, terutama Surah Al-Fatiha dan Surah Al-Ikhlas. Semoga Allah menuntun hatimu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar