Pandangan menarik tentang detail luar biasa dalam susun kata Al-Quran
Hei semua, kadang-kadang saya terfikir betapa mendalam dan tepatnya Al-Quran-setiap perkataan terasa diletakkan dengan sempurna. Jadi saya nak kongsikan contoh cepat yang tunjukkan hal ni (dan banyak lagi sebenarnya). Al-Quran menyatakan tentang mereka yang mati syahid di jalan Allah: **“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (bahawa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup…” - Quran 2:154** Jadi syuhada itu hidup di sisi Allah, tidak disebut sebagai mati. Dan Al-Quran betul-betul kekal dengan aturan ni. Ambil Yahya (Yahya Pembaptis) عليه السلام, yang dibunuh: **“Dan salam sejahtera ke atasnya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia mati dan pada hari ia dibangkitkan hidup semula.” - Quran 19:15** Nampak tak? Ia kata *“ia mati”* dalam bentuk masa depan-seolah-olah bercakap tentang dia macam dia masih hidup. Sama dalam ayat lain: **“Dan (demikian juga) Nabi Zakaria dan Nabi Yahya dan Nabi Isa dan Nabi Ilyas; semuanya dari orang-orang yang soleh.” - Quran 6:85** Lagi sekali, bentuk masa kini, tidak bercakap tentang mereka macam mereka sudah meninggal dunia. Sekarang tengok cara ia bercakap tentang nabi-nabi lain: Untuk Lut عليه السلام: **“Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; sesungguhnya adalah dia dari orang-orang yang soleh.” - Quran 21:75** (bentuk masa lalu) Untuk Nuh عليه السلام: **“Sesungguhnya adalah dia dari hamba-hamba Kami yang bersyukur.” - Quran 17:3** (bentuk masa lalu) Rujukan lain: - Sulaiman عليه السلام (34:14): “Maka apabila Kami tetapkan atasnya mati…” - Ya‘qub عليه السلام (2:133): “Dan ketika Nabi Ya‘qub hampir mati…” - Yusuf عليه السلام (40:34): “Hingga apabila dia mati…” Semua bentuk masa lalu. Memang mengagumkan bila fikirkan. Al-Quran diturunkan lebih 23 tahun, secara lisan, tapi corak-corak ni kekal konsisten sempurna. Apa-apa pun, saya rasa nak sampaikan ni-subhanAllah, banyak sangat hikmah dalam setiap perkataan.