YouTube bakal ngenalin alat video AI Veo 3 di Shorts di MENA, dalam beberapa minggu ke depan - As-salamu alaykum
As-salamu alaykum - YouTube ngumumkin bahwa mereka bakal mulai rollout Veo 3, model AI terbaru untuk video yang dikembangkan Google, di YouTube Shorts untuk beberapa negara yang dipilih di wilayah MENA dalam beberapa minggu ke depan. Rollout ini bakal gratis di negara-negara yang terpilih.
Berita ini muncul di acara Brandcast YouTube, saat platform ini semakin mendalami AI untuk memperkuat kehadirannya di wilayah ini di tengah persaingan dari aplikasi lain. Tarek Amin, direktur regional YouTube untuk Timur Tengah, Türkiye, dan Afrika, bilang bahwa menggabungkan kreator terpercaya dengan alat seperti Veo 3 memberikan cara baru bagi merek untuk terhubung dengan audiens di seluruh wilayah.
YouTube ngerayain ulang tahunnya yang ke-20 tahun ini dan bilang sudah aktif di MENA selama lebih dari satu dekade. Platform ini melaporkan penggunaan yang sangat tinggi di wilayah itu - sekitar 94% di UAE dan 89% di Arab Saudi - menjadikannya aplikasi video terkemuka di sana.
Menurut data YouTube, 61% pengguna Shorts di Arab Saudi dan 54% pengguna di UAE bilang mereka nggak pakai Instagram Reels. YouTube bilang ini mendukung fokusnya pada pertumbuhan dan fitur-fitur baru untuk kreator di MENA.
Veo 3 di Shorts bisa menghasilkan video berkualitas tinggi. Awalnya, itu bakal lebih fokus ke bahasa Inggris, dengan rencana nambah lebih banyak bahasa dan lebih banyak kreator seiring waktu. Platform ini juga berencana untuk memperluas alat auto-dubbingnya, yang udah bantu sekitar 51.000 kreator Mesir translate bahasa Arab Mesir ke Inggris supaya mereka bisa menjangkau audiens yang lebih luas.
YouTube juga bakal luncurin Creator Partnerships Hub dan Open Call di seluruh MENA pada 2026 untuk nolong merek menemukan dan bekerja dengan kreator lebih mudah.
Perusahaan ini menggarisbawahi perubahan kebiasaan penonton: survei Kantar menunjukkan orang-orang di Arab Saudi dan UAE lebih mengandalkan YouTube daripada platform lain saat mencari informasi tentang merek atau produk. Juga, 60% responden Gen Z di negara-negara itu lebih suka nonton review produk video dibanding baca atau dengerin review audio.
“Kami sedang membangun masa depan streaming, commerce, dan hiburan di YouTube,” kata Amin. “MENA adalah kekuatan global dalam penciptaan konten, dan kami baru saja memulai.”
Semoga Allah memudahkan dan memberi manfaat kepada kreator dan penonton yang menggunakan alat ini. Mohon ingat untuk menggunakan teknologi ini dengan tanggung jawab dan dengan cara yang sejalan dengan nilai-nilai kita.
https://www.arabnews.com/node/