Kau bukan malas, kau berpegang pada siapa dirimu yang dulu - assalamu alaikum
Assalamu alaikum - Gampang ngomong mau berubah sementara hidupmu masih bisa ditoleransi, jadi kamu ga pernah benar-benar ngelakuin itu. Kamu benci kerjaanmu, tapi itu nutupin tagihan. Kamu punya rencana, tapi distraksi selalu menang. Kamu ga puas, tapi juga ga merasa sakit banget sampai kamu mau beranjak. Jadi ya, tetap di tempat. Satu bulan lagi. Satu tahun lagi. Satu alasan lagi. Kamu udah ngatur hidupmu sekitar kebiasaan tertentu, ketakutan tertentu, cerita tertentu. Bahkan kalau itu bikin kamu ga bahagia, mereka udah jadi hal yang familiar. Kamu tahu caranya jadi orang yang selalu bilang, “Aku mulai besok.” Kamu tahu gimana hidup dengan rasa bersalah yang terus nagging. Kamu udah menerima itu. Dengan cara yang aneh, rasanya seperti di rumah. Jadi ketika kesempatan nyata muncul, kamu sabotase itu. Bukan karena kamu ga peduli, tapi karena di dalam diri kamu, ada bagian yang tetap setia sama hidup yang udah kamu janjikan bakal kamu tinggalkan. Banyak orang lebih milih tetap tidak bahagia daripada menghadapi kenyataan jadi orang yang ga mereka kenali. Gak ada yang suka ngakuin itu. Lebih gampang bilang kamu capek, stres, atau ga termotivasi. Tapi mungkin udah waktunya berhenti nunggu motivasi dan instead merasakan kehilangan sosok yang ga akan kamu jadiin begitu kamu melangkah maju. Melepas itu adalah bagian dari perubahan. Sampai kamu siap menerima biayanya, kamu akan terus nyebutnya penundaan. Tapi itu bukan penundaan. Itu ketakutan untuk jadi orang baru. Semoga Allah kasih kita kekuatan untuk bergerak menuju hal-hal yang baik dan melepaskan apa yang menghambat kita.