Saya akan menghargai beberapa jawaban yang bijaksana, assalamu alaikum.
Assalamu alaikum - Saya udah bawa banyak pertanyaan dan bakal sangat berterima kasih buat jawaban yang tulus dan sederhana. 1) Kalau Allah udah tahu segalanya, kenapa Dia menguji kita? Apa tujuan dari ujian-ujian itu kalo hasilnya udah diketahui? Saya mencoba memahami bagaimana ujian itu berhubungan dengan pengetahuan Allah yang sudah ada. 2) Allah digambarkan sebagai Ar-Rahman dan Ar-Raheem, jadi kenapa rasa kasih dan pengampunan-Nya sepertinya cuma dijanjikan untuk orang-orang beriman? Misalnya, ada ayat tentang hukuman bagi orang-orang kafir. Gimana kita nyelesain atribut kasih yang luas dengan gambaran hukuman bagi mereka yang nolak kebenaran? 3) Kalau petunjuk akhirnya datang dari Allah, gimana orang-orang yang nggak pernah dapet petunjuk itu bisa disalahkan karena kekafiran? Banyak yang lahir ke dalam budaya atau agama dan jarang nyari alternatif. Al-Qur’an bilang Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki - jadi, kenapa itu adil kalo ada orang yang nggak pernah jadi Muslim? 4) Cerita tentang Iblis (Setan) melibatkan tantangan dan janji untuk menyesatkan beberapa orang. Kenapa Allah ngizinin tantangan itu terjadi? Rasanya sulit dipahami kenapa Tuhan yang Maha Kuasa dan baik akan mengizinkan ujian seperti itu. Juga, kalo Allah bisa bikin semua orang dapat petunjuk, kenapa nggak sekalian bikin semua orang percaya? 5) Cerita tentang Nuh (Noah) menimbulkan pertanyaan praktis: banjir bandang di seluruh dunia yang mencampurkan air tawar dan air asin bakal merusak kehidupan laut, gimana hewan-hewan bisa bertahan di satu kapal, dan gimana bisa dijelasin distribusi spesies kayak marsupial di Australia? Saya tahu beberapa detail bisa diinterpretasikan secara alegoris, tapi saya bingung gimana nyesuain narasi ini dengan isu-isu praktis ini. 6) Saya udah lihat argumen tentang ayat warisan (An-Nisa 4:11–12) yang bilang bagian-bagian yang ditentukan bisa menciptakan situasi yang kelihatannya matematis mustahil untuk dibagi dengan lurus kalo ada ahli waris tertentu yang hadir. Sekolah-sekolah dan sekte-sekte berbeda punya pandangan yang berbeda tentang interpretasi ini, bikin ini terasa nggak jelas. Gimana para ulama nyelesaikan ini tanpa keliatan kayak kesalahan serius? 7) Saya menerima bahwa hidup ini adalah ujian, tapi gimana kita bisa memahami penderitaan yang benar-benar mengerikan sebagai bagian dari ujian - misalnya, seorang anak yang disiksa? Sulit banget lihat gimana kejahatan seperti ini bisa masuk dalam rencana ilahi yang penuh kasih. Keraguan ini bikin saya merasa berat dan jauh dari deen. Saya nggak bermaksud disrespect - saya jujur bingung dan pengen ngerti. Saya akan menghargai jawaban yang penuh kasih, langsung, referensi ke tafsir atau ulama kalo bisa, dan refleksi pribadi yang ngebantu kalian buat berdamai dengan pertanyaan-pertanyaan ini.