Akan kah Non-Muslim yang Sakit Mental Masuk Jannah?
Assalamu alaykum. Saya tahu bahwa keputusan akhir ada di tangan Allah (swt), jadi saya nggak berharap jawaban pasti, tapi saya tanya biar bisa berpikir dan memperbaiki Deen saya. Apakah non-Muslim yang punya ADHD, autisme, BPD, atau NPD bisa masuk Jannah? Bisa dibilang bahwa ciri-ciri kondisi ini bisa muncul di banyak orang tergantung pada cara mereka dibesarkan dan keadaan. Hidup di budaya yang sangat individualistis atau dikelilingi oleh pengaruh manipulatif bisa mengubah cara seseorang memahami dunia dan bagaimana mereka bertindak. Apakah itu bisa dilihat sebagai semacam gangguan mental? Ambil contoh seseorang yang punya ADHD atau BPD yang sebenar-benarnya niatnya baik, tapi persepsi mereka yang berubah, ingatan, atau cara mereka mengatasi masalah membuat mereka percaya hal yang berbeda dan berperilaku tidak adil. Apakah itu akan mempengaruhi tanggung jawab mereka dan mungkin meringankan mereka, bahkan kalau mereka belum menerima Islam? Tidak ada dari kita yang kebal dari perjuangan seperti itu. Rasanya hampir berdosa untuk menganggap atau bertanya apakah non-Muslim yang manipulatif akan ada di Jannah - lagi pula, masuk kita sendiri juga tidak ada jaminannya. Pertimbangkan, demi argumen, seorang pemimpin kejam yang punya NPD yang percaya aksinya benar karena kepribadiannya, atau komunitas yang traumatis yang membenarkan kebiadaban karena takut bahwa pihak lain akan melakukan hal yang sama kepada mereka. Kalau persepsi mereka terdistorsi oleh trauma atau penyakit, apakah mereka mungkin dimaafkan? Atau apakah ini bagian dari ujian: untuk menjaga hati yang bersih, mengakui bahwa kita tidak bisa sepenuhnya tahu apa yang dialami orang lain atau bagaimana mereka melihat kenyataan, dan menyerahkan penilaian akhir kepada Allah (swt)? Mungkin orang-orang dari keyakinan mana pun bisa masuk Jannah jika hati mereka baik dalam cara yang tidak bisa kita ukur. Jazakum Allah khair.