Kenapa begitu banyak Muslim yang fokus pada waktu Jam Terakhir, meskipun ada peringatan dari Nabi?
As-salamu alaykum. Ini udah bikin khawatir, banyak dari kita yang sibuk nebak-nebak kapan Jam Terakhir bakal datang. Orang-orang ngabisin banyak waktu buat ngobrol dan nonton video tentang tanda-tanda dan tanggal, padahal mereka ngelupain kehidupan sehari-hari, kerja, dan perbaikan diri. Nabi ﷺ ngajarin kita dengan jelas: “Kalau Jam datang sementara salah satu dari kalian masih pegang bibit pohon, tanamlah” (Musnad Ahmad) - maksudnya kita harus tetap berbuat baik tanpa memikirkan waktu. Yang ada, beberapa malah terjerumus ke dalam putus asa dan bilang dunia ini udah tanpa harapan. Nabi ﷺ juga ngingetin, “Ketika seorang pria berkata bahwa orang-orang itu hancur, dialah yang paling hancur di antara mereka” (Sahih Muslim). Itu ngingetin kita buat gak nyebarin pesimisme yang merusak iman dan keluarga. Kakak saya dulu kuliah teknik tapi keluar di tahun terakhir. Dia ngabisin berjam-jam nonton video dan reels tentang Dajjal dan Jam Terakhir, sampai yakin dunia bakal berakhir di 2025. Keyakinan itu bikin dia nyerah sama hal-hal yang penting. Di mana-mana di internet, kamu lihat orang bilang “akhirnya sudah dekat” atau ngaku-ngaku kejadian sekarang cocok dengan tanda-tanda Qiyamah. Peduli sama akhirat itu baik, tapi kalau terlalu obsesif dan nebak-nebak waktu yang tepat itu jadi gak sehat. Pikirin deh, berapa banyak hidup dan keluarga yang terganggu karena beberapa orang yakin dunia bakal berakhir besok. Edit: Ada hadits lain yang perlu diingat (Ibn Majah, Hasan): Nabi ﷺ ngingetin kita supaya gak terlalu banyak berandai-andai: “Siapa pun yang banyak bicara tentang Jam, dia udah bohong.” Dia ngelarang buat bikin prediksi yang tepat atau nyebarin rumor di luar apa yang udah diketahui dengan autentik. Jadi yuk fokus sama hal-hal yang bermanfaat untuk iman dan keluarga kita: berdoa, cari ilmu, kerja keras, bantu orang lain, dan percayakan semuanya pada kebijaksanaan Allah. Wa-salamu alaykum.