Diterjemahkan otomatis

Mengapa Kita Membuat Pernikahan Begitu Sulit, Saudara/Saudari?

As-salamu alaykum, Saya menulis ini karena rasanya kita sudah menjadikan pernikahan begitu rumit. Kita menuntut penampilan yang sempurna, mengharapkan gaji yang tinggi dan kekayaan, dan meragukan satu sama lain. Bahkan ketika dua orang entah bagaimana memenuhi standar itu dan menghabiskan banyak uang untuk pernikahan, mereka sering kali gagal menghormati hak satu sama lain, saling menghargai, dan memenuhi kebutuhan masing-masing. Itu berujung pada pertengkaran yang terus-menerus, dan entah perceraian atau hidup miserable bareng. Sepertinya kita sudah jadi pelayan sukarela syaitan dengan mengejar keinginan yang tiada habisnya. Kita tidak memandang pernikahan sebagai cara untuk menyempurnakan deen atau sebagai cara halal untuk melindungi diri dari zina dan mendekatkan diri kepada Allah. Pernikahan seharusnya tentang menjadi sahabat terbaik, mendukung kesuksesan satu sama lain, dan saling membantu. Tapi, terlalu banyak pasangan yang membuat hidup masing-masing jadi menyedihkan. Masyarakat kita telah membuat nikah jadi sulit banget sehingga remaja dan orang-orang di usia 20-an awal beralih ke konten haram dan kebiasaan yang merugikan diri sendiri, yang merusak spiritualitas dan rasa percaya diri mereka. Lalu kita heran kenapa orang Islam tidak memproduksi pemimpin - kita telah menjauhkan generasi muda kita dari keintiman halal dan menjebak mereka ke dalam perangkap yang menguras iman dan potensi mereka. Apa yang telah kita lakukan? Kita meninggalkan sunnah nikah yang murah dan lebih awal, harapan yang lebih sederhana, membolehkan perceraian ketika memang tidak ada jalan keluar, dan memungkinkan orang untuk menikah lagi dan membangun kembali hidup mereka. Semoga Allah membimbing kita dan seluruh Ummah. Ameen.

+213

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ameen. Jika pernikahan lebih tentang agama dan bukan sekadar sekedar pamer, kita bakal lihat keluarga dan pemimpin yang lebih kuat. Perubahan harus dimulai dari rumah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang pemuda, saya juga merasakan tekanan itu. Semua orang menginginkan kesempurnaan dan itu membunuh peluang untuk cinta yang sesungguhnya. Harapnya orang tua bisa lebih santai sedikit.

+2
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, benar banget. Saya lihat teman-teman terjebak mengejar foto dan gaji sementara persahabatan yang sebenarnya diabaikan. Kita perlu mengembalikan hal-hal dasar.

+6
Diterjemahkan otomatis

Berkhotbah. Nikah yang awal dan biayanya rendah harus didorong. Terlalu banyak yang terjebak dalam pernikahan yang glamor dan akhirnya tidak bahagia. Kesederhanaan adalah berkah.

+9
Diterjemahkan otomatis

Amin. Ini bener-bener kena di hati - masyarakat menjadikan pernikahan sebagai pertunjukan status bukannya kemitraan. Nikah yang lebih sederhana bakal menyelamatkan banyak hati dan dompet.

+7
Diterjemahkan otomatis

Paragraf ini tentang pemuda yang beralih ke konten haram sangat akurat dan nyakitin banget. Kita menjauhkan mereka dari tempat halal dan terus-terusan kaget. Perbaiki sistemnya.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar