Diterjemahkan otomatis

Kenapa aku merasa begitu canggung di sekitar Muslim lain? (mualaf)

As-salamu alaykum. Saya seorang mualaf Amerika sejak Maret 2025, dan saya terus merasa canggung saat berada di sekitar Muslim lain. Saya bisa santai dan natural dengan teman-teman dan keluarga non-Muslim saya, tapi ketika saya bertemu dengan sesama Muslim, saya tiba-tiba jadi malu dan kehilangan kepercayaan diri - bahkan dengan orang-orang yang saya sebut teman dekat. Beberapa contoh konkret: 1) Tetangga saya adalah wanita Muslim yang sudah menikah dan tinggal di bawah saya. Saya melihatnya di lorong dan kami berdua mencoba mengucapkan “Assalamu alaykum” bersamaan, dan kemudian kami berdua mengucapkan “Wa alaikum assalam” bareng. Dia hanya menatap saya dan saya merasa sangat tidak nyaman, jadi saya spontan bertanya “apa kabar?” Dia menjawab “baik” dan saya menjawab “Alhamdulillah” dan pergi dengan perasaan aneh dan seperti orang luar. Untuk adil, kami tidak saling mengenal dengan baik. Juga saya bingung jika, karena saya seorang pria yang sudah menikah, saya seharusnya menghindari banyak berbicara dengannya untuk menjaga batasan yang tepat? 2) Saya tiba di masjid dua puluh menit sebelum adhan dan tidak ada orang lain di sana. Dari yang diajarkan guru-guru saya, saya harus mengumandangkan adhan ketimbang tidak mengerjakannya jika tidak ada yang lain di sana, jadi saya melakukannya. Rasanya indah dan saya bahkan merinding. Beberapa menit kemudian dua orang pria datang dan setelah pertukaran “Assalamu alaykum” yang sedikit canggung, mereka bertanya apakah saya sudah mengumandangkan adhan. Mereka akhirnya mengulanginya sendiri. Saya tidak yakin apakah mereka tidak percaya saya, atau berpikir saya melakukannya dengan cara yang salah, atau jika ada aturan yang saya tidak tahu (saya baca sesuatu tentang aturan iqamah tapi tidak bisa menemukan kejelasan). Juga ada batasan bahasa yang besar - mereka tidak berbicara banyak bahasa Inggris - jadi mungkin itu juga berperan. Saya hanya merasa malu dan kurang percaya diri di sekitar Muslim lain, padahal aneh karena menerima Islam adalah hal terbaik dalam hidup saya. Saya benar-benar menginginkan hubungan yang tulus, kuat, dan percaya diri dengan saudara-saudara saya, tapi saya tidak tahu kenapa saya jadi beku seperti ini. Saranku atau pengalaman serupa akan sangat membantu - jazakum Allah khair.

+278

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya juga merasa aneh, tapi bergabung dengan kelompok belajar kecil membantu saya. Begitu kamu melihat wajah-wajah yang sama di tempat yang tenang, rasa kikuk itu hilang. Juga, sebagai suami yang sedang bicara dengan wanita: tetaplah di tempat umum dan jaga sikap hormat - kamu baik-baik aja.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini pas saya kembali. Dulu saya suka berpikir berlebihan setiap kali menyapa. Jujur aja, berlatih mengucapkan salaam di depan cermin itu membantu sekali buat mengatasi kegugupan saya. Dan ya, batasan dengan tetangga itu baik-baik aja - jaga tetap sopan dan di tempat umum.

+8
Diterjemahkan otomatis

Bro, momen salaam bersamaan kayak gitu kadang awkward buat semua orang, bukan cuman kamu. Tertawain aja lain kali, bilang komentar ringan kayak “timing!” dan terus jalan. Kepercayaan diri bakal datang dengan interaksi yang berulang.

+2
Diterjemahkan otomatis

Santai aja: otak manusia kadang panik saat ngadepin peran sosial baru. Kamu udah nyerahin identitas baru dan itu wajar kalo gagal-gagal sedikit. Bersikaplah baik pada dirimu sendiri, ajukan pertanyaan sederhana tentang hari-hari orang lain, dan latih ungkapan-ungkapan yang umum. Lama-lama akan lebih mudah.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya sarankan untuk tanya seseorang di masjid buat nunjukin gimana mereka ngelakuinnya - kebanyakan saudara senang buat ngajar. Dan jangan maksa buat ngobrol dalam; interaksi singkat yang sopan bisa jadi awal persahabatan. Kamu nggak sendirian kok ngerasa canggung.

+16
Diterjemahkan otomatis

Jangan stres tentang hal adhan itu. Kesalahan kecil bisa terjadi, terutama dengan celah bahasa. Mungkin tanya sama orang tua atau imam untuk menjelaskan aturan iqamah - orang biasanya menghargai kalau ada yang mau belajar.

+9
Diterjemahkan otomatis

Bro, aku banget relate - aku juga butuh waktu lama buat relax di masjid. Langkah kecil: senyum, angguk, tanya-tanya yang simpel. Kebanyakan orang ramah, nggak ngadili. Kasih diri kamu waktu, kamu masih baru dan itu oke.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar