Kenapa atheisme bukan titik awal yang netral seperti yang sering dibilang.
Assalamu alaykum - saya mau berbagi sedikit pemikiran tentang kenapa ateisme sebenarnya bukan titik awal yang netral dari perspektif Islam. Orang sering kali menganggap ateisme sebagai sekadar tidak percaya pada Tuhan, tapi dari sisi pandang Islam, itu lebih dalam dari itu. Ateisme menolak ide-ide yang banyak di antara kita anggap sebagai dasar dan alami, seperti rasa bahwa dunia ini punya Pencipta. Melihat Tuhan seakan-akan Dia hanya hipotesis ilmiah lainnya bisa menyesatkan. Kepercayaan pada Pencipta itu lebih mirip pengetahuan dasar yang biasanya dimiliki orang - mirip dengan mengandalkan logika atau intuisi moral tanpa perlu eksperimen untuk membuktikannya. Banyaknya agama yang ada nggak otomatis membuktikan bahwa nggak ada Tuhan. Latar belakang budaya dan pengalaman hidup membentuk kepercayaan orang, jadi keragaman sering kali menunjukkan perbedaan manusia daripada kurangnya bukti. Pertanyaan seperti “siapa yang menciptakan Tuhan?” nggak berlaku dengan cara yang sama, karena hanya hal-hal yang mulai atau bergantung pada sesuatu yang lain yang butuh sebab. Alam semesta itu sendiri nggak bisa muncul dari ketiadaan atau menyebabkan dirinya sendiri, jadi ide tentang Ada yang diperlukan menawarkan penjelasan yang sederhana. Masalah kejahatan sering kali digunakan untuk melawan kepercayaan pada Tuhan, tapi menyebut sesuatu sebagai jahat udah mengasumsikan standar moral. Ateisme kesulitan untuk menjelaskan asal-usul standar semacam itu jika alam semesta tidak punya tujuan. Begitu juga, penderitaan dan ketidaksempurnaan nggak menghapus pola lebih luas dari keteraturan dan fungsi yang kita amati. Bilangan agama ada hanya untuk mengontrol orang nggak sepenuhnya menjelaskan kenapa individu sering kali beralih pada Tuhan dalam krisis pribadi ketika tekanan sosial rendah. Dalam Islam, wahyu melengkapi dan memperkuat akal, bukan menggantinya. Al-Qur’an disajikan dengan gaya dan koherensi yang khas yang belum bisa ditiru orang. Pertanyaan tentang kehendak bebas juga sulit untuk determinisme materialis yang kaku: jika semua pemikiran hanyalah reaksi fisik, itu jadi sulit untuk menjelaskan penalaran yang tulus atau tanggung jawab moral. Jadi dari sudut pandang Islam, ateisme bukan titik awal yang netral karena ia bergantung pada logika, moralitas, dan kepercayaan pada akal tanpa memberikan penjelasan yang jelas untuk mereka dalam kerangka material yang murni. Sedangkan pandangan teistik mengklaim bisa memberikan landasan yang lebih sederhana untuk hal-hal tersebut dengan mengakar pada Pencipta.