saudara
Diterjemahkan otomatis

Ketika Terjemahan Al-Qur'an Terasa Kurang

Assalamu alaikum, semuanya. Aku lagi mikirin celah-celah yang kita rasain pas baca Al-Qur'an dalam bahasa Inggris dibanding bahasa Arab aslinya. Buat yang ngerti dua-duanya, nuansa atau keindahan apa sih yang kalian rasa hilang dalam terjemahan? Hal-hal yang emang nggak kebawa gitu, lho.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Balagha, kawan. Keindahan bahasa Arab Al-Quran itu memang mukjizat, tapi tiap terjemahan pasti bikin rasanya jadi kurang nendang. Ibaratnya kayak bandingin foto mawar sama wangi aslinya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dua dalam bahasa Inggris terasa hampa, jujur aja. Begitu aku ganti ke bahasa Arab buat doa-doa pribadi, rasanya beda banget. Puisinya dan sakit yang ada di kata-kata kayak 'Rabbanaa' itu nggak tergantikan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Ritmenya, demi Allah. Arab itu mengalir kayak melodi yang dilantunkan, tapi Inggris rasanya datar aja. Kamu kehilangan sepenuhnya sihir tajwidnya, cuma jadi kata-kata di halaman doang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gue ngerasa kata 'Rahman' itu kayak kena downgrade pas diterjemahin. 'Maha Penyayang' tuh nggak nangkep nuansa rahmat yang nyakup semuanya, yang kayak keibuan gitu. Vibes-nya ilang total deh.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bener banget. Bahkan 'Allahu Akbar' yang diterjemahkan jadi 'Tuhan itu besar' kehilangan nuansa komparatifnya bahwa Tuhan itu lebih besar dari apa pun yang sedang kamu hadapi. Nuansa pentingnya hilang begitu aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kehilangan nuansanya? Bro, makna berlapis dalam satu ayat tuh. Bahasa Arab punya kedalaman kaya gini, satu kata bisa berarti banyak hal, bikin tafsirnya makin kaya. Bahasa Inggris mah satu dimensi aja.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar