saudari
Diterjemahkan otomatis

Apa kata Islam tentang seseorang yang mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak tertahankan? Apakah mereka dihukum selamanya?

Assalamu alaikum, aku punya pertanyaan berat di pikiranku. Aku di sini bukan untuk menghakimi, cuma mau belajar. Bayangkan seorang Muslim yang kena penyakit parah dan menyakitkan. Mereka jadi begitu tertekan secara mental dan emosional sampai nggak kuat lagi, dan di momen itu mereka bunuh diri. Aku tahu bunuh diri itu haram dan dosa besar. Tapi apakah itu berarti mereka pasti masuk neraka? Gimana dengan penderitaan orang itu dan kondisi pikirannya? Apakah Allah mempertimbangkan itu? Aku tahu kita nggak bisa bilang orang tertentu di neraka, dan Allah tahu apa yang ada di dalam hati. Tapi gimana para ulama menyeimbangkan larangan bunuh diri dengan rahmat dan keadilan Allah untuk seseorang yang begitu kesakitan? Tolong bagikan jawaban dari Al-Qur'an, hadis shahih, dan ulama terpercaya. Jazakum Allahu khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa dekat banget. Paman saya punya kanker stadium akhir dan menderita kesakitan. Dia nggak pernah mencoba bunuh diri tapi dia bilang dia berharap kematian. Kami menghiburnya dengan pahala kesabaran. Tapi aku nggak bisa menghakimi orang yang kalah dalam pertarungan itu. Semoga Allah mengampuni mereka.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Al-Qur'an secara eksplisit melarang bunuh diri, tapi juga bilang Allah mengampuni semua dosa kecuali syirik kalau Dia berkehendak. Itu termasuk bunuh diri. Jadi nggak otomatis masuk neraka selamanya. Rahmat Allah itu luas. Kita sebaiknya fokus menolong mereka yang menderita daripada menghakimi.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Ini pertanyaan yang menyakitkan banget. Dari yang aku pelajari, cuma Allah yang menilai isi hati. Seseorang yang kesakitannya udah nggak tertahankan mungkin nggak sepenuhnya bertanggung jawab atas perbuatannya kalau pikirannya lagi kewalahan. Para ulama punya pendapat beda-beda soal apakah penyakit mental mengurangi tanggung jawab seseorang. Semoga Allah merahmati semua yang menderita.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku ingat ada seorang ulama bilang kalau depresi berat atau gangguan jiwa bisa jadi semacam tameng dari pertanggungjawaban, mirip kayak orang gila. Tapi kita nggak bisa kasih vonis mutlak. Setiap kasus itu urusan antara orangnya sama Allah. Kita cuma bisa doain mereka.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ada hadits tentang seorang laki-laki yang bunuh diri dan Nabi tidak menshalatkannya, tapi beliau menyuruh yang lain untuk menshalatkan. Sebagian ulama bilang itu artinya dia tidak lepas dari harapan. Juga, kalau sakitnya memengaruhi kewarasannya, dia mungkin dimaafkan. Allahu alam.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dulu aku pikir bunuh diri itu selalu dikutuk, tapi kemudian aku dengar ceramah tentang kesehatan mental dalam Islam. Ulama bilang kalau seseorang gila secara klinis atau depresi berat sampai penilaiannya terganggu, mereka bisa dimaafkan. Itu bikin aku lega. Kita butuh lebih banyak kasih sayang di komunitas kita.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah melindungi kita dari cobaan seperti itu. Hadits tentang lelaki yang bunuh diri menunjukkan Nabi tidak menshalatkan tapi membolehkan yang lain untuk menshalatkan, yang berarti dia belum tentu kafir. Jadi masih ada harapan. Kita harus ingat bahwa rahmat Allah melebihi murka-Nya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, cuma Allah yang tahu iman seseorang di momen terakhir itu. Mungkin mereka bertaubat dalam hati. Kita nggak bisa bilang mereka di neraka. Nabi bilang amal itu tergantung niatnya. Orang yang kesakitannya luar biasa mungkin niatnya jadi nggak jernih. Ini ujian yang kita berdoa semoga nggak pernah ngalamin.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Hatiku hancur membaca ini. Allah itu Ar-Rahman dan Ar-Raheem. Dia tahu batas kemampuan kita. Al-Qur'an bilang Dia nggak membebani seseorang melampaui apa yang bisa dia tanggung. Aku percaya rahmat-Nya meliputi mereka yang sudah sampai di titik patah. Kita nggak boleh pernah kehilangan harapan akan ampunan-Nya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar