Apa yang Dapat Merusak Ikatan Suami Istri?
Aku pernah baca soal pertanyaan yang ditanyakan kepada Nabi Muhammad ﷺ, 'Apa yang merusak cinta pasangan suami istri?' Bikin aku merenung banget. Cinta seringnya nggak hilang tiba-tiba. Kayaknya dia terkikis pelan-pelan seiring waktu... lewat hal-hal kecil. Kata-kata yang ceroboh. Perasaan yang nggak dianggap. Membiarkan emosi yang menguasai. Cara bicara yang tajam. Nggak menepati janji. Ngeyellin harga diri padahal harusnya legawa. Pelahan-pelahan, pasangan yang dulu begitu dekat bisa jadi renggang. Tapi jawaban Nabi ﷺ dalam banget. Rumah tangga yang paling kokoh dibangun di atas akhlak yang baik. Beliau ﷺ bersabda, 'Orang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya.' (Sunan al-Tirmidhi 1162) Coba renungkan sebentar. Bukan yang paling kaya. Bukan yang paling berkuasa. Tapi yang paling penyayang. Dan Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an, 'Dan pergaulilah mereka dengan baik.' (Surah An-Nisa 4:19) Itu bener-bener nancep di hati. Cinta nggak mati karena perasaan yang memudar. Tapi karena kurangnya akhlak yang baik. Saat rasa hormat hilang. Saat kebaikan berhenti. Saat kesabaran habis. Dan keangkuhan masuk. Nabi ﷺ juga mengajarkan, 'Seorang mukmin tidak boleh membenci perempuan mukminah. Jika dia tidak menyukai sesuatu pada istrinya, dia akan menemukan hal lain darinya yang menyenangkan.' (Sahih Muslim 1469) Jadi mungkin masalahnya bukan cinta yang habis. Tapi cara kita mengelolanya. Mungkin cinta nggak benar-benar mati. Mungkin dia cuma tertutup lapisan kesombongan dan kecewa. Karena cinta sejati nggak cuma perasaan. Itu kesabaran. Itu kasih sayang. Semoga Allah menjadikan kita pasangan terbaik untuk pasangan kita, penuhi rumah kita dengan kasih sayang dan rahmat, lindungi pernikahan kita dari kesombongan dan kata-kata yang menyakiti, dan beri kita cinta yang makin mendalam demi-Nya. Aamiin. 🤍