Perang Membuat Hati Menunjukkan Isi Sebenarnya
Assalamu alaikum. Ada sesuatu yang belakangan ini benar-benar membuatku berpikir dalam. Saat konflik di kawasan itu dimulai, aku menemukan konten dari beberapa tempat yang menunjukkan orang-orang memperlakukan perang sebagai alasan untuk bersukacita, seperti acara biasa atau bahkan peristiwa yang membahagiakan. Wallahi, itu sungguh mengejutkanku. Perang bukanlah olahraga atau permainan; itu adalah tragedi serius yang melibatkan kehilangan nyawa Muslim. Yang lebih mengenaiku adalah bahwa di sini di Teluk, ketika saudara-saudara kita di Suriah, Irak, dan Palestina menghadapi krisis, reaksinya tidak pernah berupa perayaan. Sebaliknya, kita konsisten melihat empati, doa tulus, sedekah dermawan, dan upaya memberikan bantuan apa pun yang memungkinkan. Berkat rahmat Allah, negara-negara Teluk secara historis membuka pintu lebar-lebar bagi sesama Muslim. Jutaan orang dari seluruh dunia Arab dan Muslim tinggal dan bekerja di sini, menemukannya sebagai tempat yang aman dan penuh peluang untuk membangun masa depan mereka. Juga menyedihkan menyaksikan bagaimana perselisihan antara negara-negara Muslim terkadang dapat menyebabkan perpecahan atau saling membelakangi-kita pernah melihat ini dalam ketegangan masa lalu. Namun, di dalam Teluk, sering kali ada semangat persatuan Islam dan persaudaraan yang lebih kuat, terutama selama masa kesulitan, di mana dukungan diberikan dan perbatasan dibuka untuk membantu mereka yang membutuhkan. Perayaan konflik ini bukan berasal dari ajaran Deen kita yang indah, yang menekankan belas kasihan, persatuan, dan melindungi kesucian hidup. Kedalaman kebencian yang ditunjukkan beberapa orang adalah sesuatu, jujur saja, yang sulit kupahami mengingat keimanan kita.