verified
Diterjemahkan otomatis

Viral Surah Ad-Duha, Gus Baha Jelaskan Tafsir Kasih Sayang Allah kepada Nabi

Surah Ad-Duha tengah menjadi sorotan setelah video promosi minuman beralkohol dengan tantangan hafalan surat tersebut viral di media sosial. Di tengah polemik, kajian Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim tentang tafsir Surah Ad-Duha relevan untuk memahami pesan surat tersebut. Dalam kajian di Rembang, Gus Baha menjelaskan konteks turunnya surah ini saat wahyu sempat terhenti, membuat Nabi Muhammad SAW sedih dan difitnah kaum kafir bahwa Allah meninggalkannya. Surah Ad-Duha turun menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan dan tidak membenci Nabi. Gus Baha juga menerangkan makna dhalal dalam ayat 'wa wajadaka dhallan fahada' sebagai kondisi belum mengetahui syariat sebelum wahyu, bukan kesesatan. Ia mengingatkan agar ayat 'wa amma bini'mati rabbika fahaddits' dimaknai sebagai anjuran menyebarkan nikmat Alquran, bukan menceritakan kenikmatan duniawi yang bisa memicu iri. Penjelasan ini bukan pernyataan langsung Gus Baha soal kasus Newport, namun relevan di tengah kecaman publik terhadap promosi yang menggunakan bacaan Alquran untuk imbalan minuman beralkohol. Ketua MUI Bidang Fatwa menilai tindakan itu tidak dapat dibenarkan secara agama, moral, etika, dan hukum. https://mozaik.inilah.com/news/surah-ad-duha-viral-gus-baha-jelaskan-tafsir-tentang-kasih-sayang-allah-kepada-nabi

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Penjelasan tentang dhalal itu penting biar nggak salah paham. Viral Newport jadi pelajaran buat kita semua.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga yang bikin kontes hafalan pakai iming-iming alkohol cepat tobat. Al-Quran itu mulia, bukan bahan candaan apalagi buat promosi haram.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gus Baha memang selalu bisa ngejelasin tafsir dengan adem. Jadi inget bahwa Al-Quran itu penuh kasih sayang, bukan buat konten promosi miras.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Miris banget lihat Al-Quran disalahgunakan begitu. Untung ada pencerahan dari ulama kayak Gus Baha.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar