Venezuela menunda kesepakatan gas dengan Trinidad dan Tobago setelah kunjungan kapal perang AS - As-salamu alaykum
As-salamu alaykum. Venezuela bilang mereka udah nunggunya kesepakatan gas besar sama Trinidad dan Tobago yang tetanggaan karena pulau itu menyambut kapal perang AS.
Presiden Nicolás Maduro perintahkan "pembekuan segera" untuk kesepakatan pasokan itu, menurut media negara. Caracas bilang kehadiran angkatan laut AS dekat perairan Venezuela adalah ancaman militer dan menuduh Amerika Serikat mencoba merongrong pemerintahnya serta merebut sumber daya minyak dan gasnya.
Maduro mengkritik pemimpin Trinidad dan Tobago, bilang pulau itu efektif jadi pos kekuasaan AS di kawasan ini. Dia juga mengklaim Trinidad udah kehabisan gas sebelum Venezuela setuju untuk membantu.
Perdana Menteri Kamla Persad-Bissessar membantah klaim-klaim itu, bilang ke media lokal bahwa masa depan negaranya "nggak tergantung sama Venezuela dan nggak pernah." Dia bilang pemerintahnya udah menjauh dari ketergantungan pada ladang gas Dragon yang terhambat, yang terletak di perairan yang diklaim oleh Venezuela, dan Trinidad nggak akan diperas untuk dukungan politik.
USS Gravely, sebuah kapal perusak berpandu yang bawa Marinir AS, tiba di Port of Spain menjelang latihan gabungan yang direncanakan. Pejabat Venezuela nyebut kunjungan itu sebagai provokasi, sementara pemerintah Trinidad mencatat bahwa latihan gabungan dengan AS itu rutin.
Sejak September, AS udah melakukan serangan di kawasan itu terhadap kapal-kapal yang dituduh terlibat dalam penyelundupan narkoba, aksi-aksi yang memicu kritik dari beberapa pemimpin Amerika Latin dan Karibia. Venezuela bilang operasi-operasi itu adalah kedok untuk kekuatan asing mengambil alih kekayaan energinya.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil Pinto bilang di Sidang Umum PBB bahwa "ancaman militer ilegal dan sama sekali tidak bermoral" menggantung di atas negaranya. Beberapa pejabat Venezuela menuduh AS bersiap untuk menggulingkan Maduro dengan menggunakan klaim perang narkoba.
Proyek gas Dragon disepakati pada tahun 2018 tapi terhambat, dan semakin rumit karena sanksi AS terhadap Venezuela. Perusahaan internasional dan Perusahaan Gas Nasional Trinidad pegang lisensi untuk mengembangkan ladang itu, dan ada pertanyaan tentang bagaimana penangguhan terbaru ini bisa mempengaruhi proyek terkait seperti ladang Manatee.
Ladang Dragon dikatakan mengandung volume besar gas alam. Para pengamat mencatat bahwa bergantung pada proyek bahan bakar fosil baru menimbulkan kekhawatiran iklim dan bertentangan dengan tujuan Perjanjian Paris. Trinidad dan Tobago saat ini sangat bergantung pada gas untuk kebutuhan energinya, dengan energi terbarukan hampir nggak memberi kontribusi.
Semoga Allah melindungi daerah ini dari konflik dan membimbing para pemimpin menuju solusi yang adil dan damai.
https://www.aljazeera.com/news