AS Melihat UEA sebagai Mitra Kunci dalam 'Perlombaan Senjata' Energi Global
As-salamu alaykum. Amerika Serikat bilang dunia ini lagi dalam "perlombaan senjata" buat bangun sistem energi yang dibutuhkan untuk menjalankan AI, menurut Sekretaris Dalam Negeri AS Doug Burgum, yang ngomong di depan kumpulan pemimpin energi global di Abu Dhabi minggu ini.
"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kita bisa ambil satu kilowatt listrik dan bener-bener ubah itu langsung jadi kecerdasan," katanya, ngetokin pentingnya perpanjangan daya secara cepat untuk mendukung apa yang dia deskripsikan sebagai perubahan produktivitas dan inovasi terbesar yang banyak dari kita bakal lihat.
Pak Burgum nyebut dorongan untuk mendukung AI ini sebagai awal dari "revolusi industri berikutnya," bilang kalau AI bakal mengubah sektor digital dan fisik, nentuin ke mana investasi mengalir, dan mendorong pertumbuhan PDB di negara-negara yang bisa nyediain energi dan modal yang diperlukan.
Perusahaan Amerika dan Cina bersaing untuk bikin teknologi dan infrastruktur AI terbaik dengan harga yang bersaing. Sementara AS berusaha menjadi pemimpin dalam kompetisi itu, Pak Burgum bilang Amerika lagi memperkuat hubungan dengan UEA.
"Keduanya, UEA dan Amerika Serikat, ada di halaman yang sama," katanya, menunjukkan investasi dan kerjasama antara kedua negara dalam energi dan teknologi. Dia nambahin bahwa UEA punya tingkat adopsi AI yang tinggi di antara warganya dan lagi menerapkan AI di industri energi sambil juga menginvestasikan kekayaan sovereign ke generasi teknologi berikutnya.
Sebelum tanda tangan kesepakatan untuk mempercepat kolaborasi energi dan AI, Pak Burgum ngingetin pendengar bahwa AI butuh tiga hal: energi, modal, dan kepemimpinan visioner. Dia bilang kemitraan ini bisa bantu kedua negara ningkatin peran mereka dalam energi dan teknologi sambil melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan nasional jangka panjang buat generasi mendatang.
"Kalau kita nggak punya daya, kita bakal kalah dalam perlombaan senjata AI," dia memberi peringatan, milih catatan bahwa meskipun ada keunggulan di chip dan perangkat lunak, teknologi-teknologi itu butuh listrik yang semakin banyak - dan di situlah sebenarnya kompetisinya.
Semoga Allah memberikan kebijaksanaan kepada pemimpin-pemimpin yang sedang bekerja pada isu-isu ini dan membantu mengarahkan perkembangan menuju manfaat dan keadilan bagi semua orang.
https://www.thenationalnews.co