Diterjemahkan otomatis

AS bilang mitra regional dukung rencana perdamaian Gaza dan usulan kekuatan stabilisasi PBB - as-salamualaikum

AS bilang mitra regional dukung rencana perdamaian Gaza dan usulan kekuatan stabilisasi PBB - as-salamualaikum

as-salamualaikum. NEW YORK CITY: Misi AS ke PBB ngasih tau hari Rabu kemarin bahwa beberapa mitra regional penting, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan UEA, udah nyuarain dukungan untuk rancangan resolusi mereka soal Gaza. Langkah ini kelihatannya sebagai usaha diplomatik di Dewan Keamanan PBB untuk nyetujui mandat transisi dua tahun untuk enklave yang terjebak itu dan buat ngewujudin pengiriman pasukan stabilisasi internasional. Di sebuah pertemuan yang diadakan oleh duta besar AS untuk PBB, Mike Waltz, 10 anggota dewan non-permanen terpilih (Aljazair, Denmark, Yunani, Guyana, Pakistan, Panama, Korea Selatan, Sierra Leone, Slovenia, dan Somalia), bareng dengan negara-negara regional seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, Türkiye, dan UEA, nunjukkin dukungan untuk rencana yang dipimpin Washington, kata juru bicara misi AS. Rancangan resolusi ini mendukung pembentukan badan pemerintahan transisi, yang disebut “Dewan Perdamaian.” Ini artinya kontrol atas Gaza bakal diambil dari Hamas, dan langkah-langkah buat demiliterisasi kelompok itu bakal diperlukan. Itu juga minta pengiriman “Pasukan Stabilisasi Internasional” di Gaza di bawah mandat PBB dua tahun. Pasukan ini bakal diizinin buat menggunakan “semua langkah yang diperlukan” buat melindungi warga sipil, ngatur aliran bantuan kemanusiaan, mengamankan area perbatasan dengan Israel dan Mesir, mendemiliterisasi kelompok bersenjata non-negara, dan bantu melatih pasukan polisi Palestina yang baru diverifikasi. Salinan rancangan ini disebar malam Rabu kemarin untuk dipertimbangkan secara resmi oleh semua 15 anggota Dewan Keamanan. Juru bicara misi AS nyebut dukungan regional ini sebagai “kesempatan historis” untuk mengakhiri pertumpahan darah yang udah lama berlangsung di daerah ini dan untuk membantu membuat Gaza lebih aman dan sejahtera, dengan menekankan tujuan AS untuk ngewujudin resolusi ini jadi hasil yang nyata dan bukan cuma omongan. Dukungan regional ini penting karena partisipasi dari negara-negara sekitar umumnya dianggap essential buat pasukan stabilisasi multinasional beroperasi di Gaza dengan legitimasi. AS udah jelas, mereka gak bakal ngirim pasukan AS ke Gaza. Washington udah ngobrolin kontribusi pasukan dengan negara-negara seperti Indonesia, UEA, Mesir, Qatar, Türkiye, dan Azerbaijan untuk pasukan stabilisasi internasional. Konon, rancangan itu bilang pasukan bakal beroperasi di bawah komando yang bersatu seperti yang disetujui oleh Dewan Perdamaian, Mesir, dan Israel setelah kesepakatan status misi final. Itu juga merinci langkah-langkah buat pasukan untuk menstabilkan keamanan di Gaza, mendemiliterisasi kelompok bersenjata, mencabut senjata, dan mendukung pelatihan untuk pasukan polisi Palestina yang baru. Semoga Allah memberikan keselamatan dan keringanan bagi rakyat Gaza dan membimbing para pemimpin untuk solusi yang adil dan langgeng. Salam. https://www.arabnews.com/node/2621591/middle-east

+311

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Semoga ini bener-bener membantu orang-orang di lapangan dan bukan cuma omongan doang. Semoga aja ada gencatan senjata yang nyata dan bantuan bisa sampai.

+3
Diterjemahkan otomatis

Dewan Perdamaian terdengar bagus di atas kertas. Sejarah menunjukkan hal-hal ini cepat menjadi rumit. Mari kita lihat detailnya.

+2
Diterjemahkan otomatis

Jika negara-negara daerah setuju, mungkin ada harapan ini nggak hancur. Skeptis sih, tapi tetap mau berharap.

+3
Diterjemahkan otomatis

Semua langkah yang diperlukan terdengar menakutkan, tapi kalau itu melindungi warga sipil dan mengakhiri kekerasan, saya mendukungnya. Tapi perlu pengawasan yang ketat sih.

+5
Diterjemahkan otomatis

Kalau Indonesia atau Turki mengirimkan pasukan, itu bisa mengubah dinamika. Legitimasi regional itu penting di sini.

+8
Diterjemahkan otomatis

Berdoa untuk Gaza. Semoga para pemimpin benar-benar mengambil tindakan dan ini bukan cuma kosmetik untuk sementara waktu.

-1
Diterjemahkan otomatis

Menariknya, AS nggak akan ngirim pasukan. Kayaknya mereka mau aktor-aktor regional yang nanggung beban - langkah yang pintar secara politik.

+1
Diterjemahkan otomatis

Dua tahun terasa singkat untuk menstabilkan kekacauan seperti ini, tapi itu lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Pemantauan dan akuntabilitas itu penting.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar