Intelijen AS: Iran Masih Punya Kemampuan Militer Signifikan Meski Ada Klaim Kelemahan
Intelijen Amerika Serikat (AS) meyakini Iran masih memiliki kemampuan militer yang signifikan untuk melanjutkan konflik jika perundingan damai mengalami kebuntuan. Fakta ini diungkap oleh stasiun televisi NBC News, berdasarkan keterangan anggota Kongres AS yang telah mendapatkan pengarahan intelijen pertahanan. Data tersebut disampaikan kepada Kongres, bertolak belakang dengan klaim berulang dari pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa kemampuan pertahanan dan serang Iran telah dilumpuhkan dalam perang 40 hari sejak 28 Februari.
Menurut laporan NBC News, temuan komunitas intelijen pertahanan menunjukkan bahwa Iran memiliki ribuan rudal dan drone yang dapat menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan negara-negara sekutunya di Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Badan Intelijen Pertahanan Pentagon, Letnan Jenderal James Adams, dalam laporannya. Data ini juga bertentangan dengan klaim Trump bahwa AS memegang kendali penuh atas wilayah udara Iran, yang diyakini memungkinkan penghancuran fasilitas industri pertahanan Iran.
Laporan intelijen tersebut mengonfirmasi adanya perbedaan naratif antara temuan resmi dengan pernyataan publik dari pemerintah AS, menekankan pentingnya informasi berbasis fakta dalam menganalisis situasi keamanan di kawasan. NBC News melaporkan hal ini dengan mengutip sumber-sumber resmi di Kongres.
https://www.gelora.co/2026/04/