Draf AS Mencari Peran Internasional dalam Transisi Gaza - Salam Alaikum
Salam Alaikum. AS udah nyebarin draft resolusi di Dewan Keamanan PBB yang usulin mandat dua tahun buat administrasi transisi di Gaza dan juga kekuatan internasional buat manage keamanan dan demiliterisasi.
Menurut draftnya, dubes AS bagi-bagi teks itu ke anggota terpilih dewan dan mitra-mitra regional kayak Mesir, Qatar, UE, Arab Saudi, dan Turki. Teks singkat itu menyambut baik pembentukan Dewan Perdamaian - badan pemerintahan sementara yang punya kedudukan hukum internasional yang bakal koordinasi pendanaan dari donor dan nyusun kerangka buat pembangunan ulang Gaza.
Dewan itu bakal tetap ada sampai Otoritas Palestina menyelesaikan program reformasi yang ditetapkan dalam Rencana Komprehensif. Draftnya bilang anggota Dewan Perdamaian bisa bikin pengaturan yang dibutuhin buat mencapai tujuan rencana itu, termasuk membentuk entitas operasional buat mengawasi administrasi transisi di Gaza.
Badan-badan operasional ini bakal dukung komite Palestina yang teknokratik dan non-partisan yang bertanggung jawab buat pengelolaan layanan sipil dan administrasi Gaza sehari-hari, pendekatan ini kabarnya didukung oleh negara-negara Arab.
Pendanaan buat struktur baru ini bakal datang dari kontribusi sukarela para donor. Resolusi ini manggil lembaga keuangan internasional buat memfasilitasi sumber daya dan saranin untuk bikin dana perwalian khusus yang dikelola oleh para donor buat bantu pembangunan ulang dan perkembangan.
Draft ini juga ngasih wewenang buat Kekuatan Stabilisasi Internasional sementara di Gaza, yang diberdayakan untuk ngambil langkah-langkah yang perlu sesuai dengan hukum internasional dan kemanusiaan. Ide tentang kekuatan internasional ini udah ada dalam kesepakatan gencatan senjata yang dicapai tanggal 10 Oktober, yang ngehentikan tahun-tahun pertempuran.
Sesuai draft ini, tentara - kebanyakan dari negara-negara Arab dan Muslim - bakal ditempatkan untuk ngawas keamanan saat pasukan Israel mundur. Kekuatan ini bakal koordinasi sama Israel dan Mesir tanpa mengubah kesepakatan yang ada, dan bekerja bersama layanan polisi Palestina yang baru terlatih dan diverifikasi.
Mandat dua tahun yang diusulkan ini bakal mencakup stabilisasi lingkungan keamanan Gaza dengan mengawasi usaha demiliterisasi, mencegah pembangunan ulang infrastruktur militer atau ofensif, dan memastikan senjata yang dimiliki kelompok bersenjata non-negara di nonaktifkan secara permanen.
Semoga Allah memberikan perdamaian dan kemudahan bagi orang-orang yang terdampak, dan semoga solusi apapun melindungi warga sipil dan menjunjung keadilan.
https://www.thenationalnews.co