Diterjemahkan otomatis

Pimpinan PBB memperingatkan konflik Sudan semakin sulit dikendalikan - semoga Allah melindungi yang tak bersalah.

Pimpinan PBB memperingatkan konflik Sudan semakin sulit dikendalikan - semoga Allah melindungi yang tak bersalah.

As-salamu alaykum - Sekretaris Jenderal PBB telah memperingatkan bahwa perang di Sudan "semakin tidak terkontrol" setelah sebuah pasukan paramiliter mengambil alih kota El-Fasher di Darfur. Berbicara di sebuah pertemuan internasional di Qatar, Antonio Guterres mendesak agar segera ada gencatan senjata dalam konflik yang sudah berlangsung dua tahun ini, menyebut situasinya sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Dia bilang ratusan ribu warga sipil terjebak karena pengepungan, dan orang-orang mati karena malnutrisi, penyakit, dan kekerasan. Dia juga menyebutkan laporan yang kredibel tentang eksekusi yang meluas setelah Pasukan Dukungan Cepat memasuki kota. Pekerja bantuan dan saksi yang melarikan diri dari area itu melaporkan banyak korban jiwa, serangan di rumah sakit, pembunuhan yang ditargetkan secara etnis, dan pelecehan seksual. Pasukan Dukungan Cepat membantah semua tuduhan ini, tapi kesaksian, video, dan gambar satelit menggambarkan situasi yang sangat buruk. Komunikasi yang buruk di wilayah tersebut membuat sulit untuk mengetahui skala penuh dari kekerasan. El-Fasher telah dikepung selama sekitar 18 bulan, dengan pasokan terputus untuk puluhan ribu orang. Pengambilalihan baru-baru ini telah menyebabkan gelombang baru pengungsian dan penderitaan. Ketika ditanya tentang pasukan penjaga perdamaian internasional, Guterres menekankan pentingnya komunitas global dan pihak-pihak yang berpengaruh terhadap Sudan untuk menekan agar pertempuran segera dihentikan. Dia menambahkan bahwa mencegah lebih banyak senjata masuk ke Sudan dan menciptakan mekanisme akuntabilitas sangat penting, mengingat seriusnya kejahatan yang dilaporkan. Konflik antara Pasukan Dukungan Cepat dan militer Sudan sudah terjadi sejak April 2023. Angka PBB memperkirakan lebih dari 40.000 orang tewas, meskipun kelompok bantuan memperingatkan jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Lebih dari 14 juta orang telah mengungsi, penyakit semakin menyebar, dan beberapa bagian negara menghadapi kelaparan yang mungkin semakin meluas. “Jelas bahwa kita perlu gencatan senjata di Sudan,” kata Guterres. “Kita perlu menghentikan pembantaian yang benar-benar tidak dapat diterima ini.” Semoga Allah memberikan kesabaran dan pertolongan kepada mereka yang menderita, melindungi yang tidak berdosa, dan membimbing para pemimpin agar bertindak dengan adil. https://www.arabnews.com/node/2621375/middle-east

+305

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberi kesabaran kepada keluarga-keluarga tersebut. Pemblokiran media bikin semuanya jadi lebih buruk.

0
Diterjemahkan otomatis

Ini semakin luar kendali dengan cepat. Kita nggak bisa cuma melihat dari jauh, seseorang harus bertindak.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya menangis untuk warga sipil. Memblokir senjata dan akuntabilitas seharusnya tidak bisa dinegosiasikan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Berdoa untuk perdamaian dan keadilan. Dunia nggak bisa lagi mengabaikan ini.

+17
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah melindungi yang tak bersalah. Ini menyedihkan - pemerintah perlu bertindak sekarang.

+8
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, melihat laporan seperti ini bikin saya sangat marah dan merasa helpless. Doa untuk El-Fasher.

+2
Diterjemahkan otomatis

Cukup dengan pernyataan kosong. Langkah konkret dan sanksi, sekarang.

+2
Diterjemahkan otomatis

Berita buruk. Semoga koridor bantuan segera dibuka dan orang-orang dapat melewati dengan aman.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar