Mencoba memahami nama-nama Allah - seperti al-Wasi' dan al-Hayy
Assalamu alaikum - Saya lagi ngobrol sama teman Muslim tentang ayat yang menyebutkan tentang "dalam rahmat Allah." “Adapun orang-orang yang berwajah cerah, mereka akan berada dalam rahmat Allah, di mana mereka akan tinggal selamanya.” (3:108) Saya punya beberapa pertanyaan dan obrolan kami kira-kira begini: Tanya: Apakah "berada dalam rahmat Allah" sama dengan "berada dalam Allah"? Jawab: Enggak, itu beda. Rahmat adalah salah satu sifat Allah - ar-Rahman/ar-Rahim - dan sifat itu udah ada dari awal. Tapi beberapa sifat punya peran yang berbeda dalam penciptaan. Contohnya, sifat kehendak terlibat meskipun rahmat bukan kekuatan yang beroperasi di setiap aspek penciptaan yang asli. Rahmat terutama aktif dalam menciptakan manusia, mengirimkan Qur'an, dan menganugerahi kelancaran bicara (lihat Qur'an 55:1–4). Tanya: Tapi bukankah rahmat Allah digambarkan sebagai mencakup segalanya? (Qur’an 7:156) Jawab: Iya, sifat rahmat itu luas dan mencakup banyak hal. Sifat lain, kayak kehidupan kekal (al-Hayy), enggak digambarkan dengan cara yang sama tentang "mencakup" ciptaan. Tanya: Apakah ada sifat yang artinya "mencakup semuanya"? Jawab: Allah bisa digambarkan sebagai mencakup terkait dengan sifat tertentu, seperti rahmat (al-Wasi‘). Tapi esensi-Nya bukan sesuatu yang bisa kita bagi atau kita konsepkan sepenuhnya. Tanya: Jadi "Allah the All-Encompassing" hanya berlaku untuk sifat tertentu aja? Jawab: Iya, misalnya al-Wasi‘ bisa diterapkan pada rahmat atau pengetahuan dalam arti bahwa sifat-sifat itu menjangkau ke mana-mana. Tanya: Jadi al-Wasi‘ akan mencakup mereka yang menerima rahmat, sementara esensi Allah enggak terbagi begitu? Jawab: Ini agak rumit untuk dijelaskan - kita seharusnya enggak berpikir Allah itu terpisah-pisah. Nama-nama itu menggambarkan aspek dari sifat-Nya tanpa mengisyaratkan bagian atau pembagian dalam esensi-Nya. Saya baca sedikit tentang nama-nama itu dan sepertinya saya mencampur adukkan al-Wasi‘ dan al-Hayy. Apakah tidak pantas untuk menggabungkan nama-nama seperti “Allah al-Wasi‘ al-Hayy” dalam pembicaraan santai? Saya akan sangat menghargai pendapat atau klarifikasi dari saudara-saudari yang udah belajar tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah.