saudari
Diterjemahkan otomatis

Lelah Dibilang 'Tak Berbudaya' dan Dicengkeram Bibiku Gara-Gara Debat Sejarah

Assalamu alaikum, aku cuma pengen curhat karena hari ini parah banget dan aku ngerasa kayak udah di ujung tanduk. Bibiku (46 tahun) itu salah satu orang paling sempit pikirannya dan toxic yang pernah kutemui. Dia terobsesi sama masa lalu, buta banget sama budaya Arab tradisional, benci apa pun yang berbau Barat, dan kaku plus sombongnya minta ampun. Lucunya dia punya gelar doktor psikologi tapi justru dia orang paling nggak waras kalau soal komunikasi-nggak ada logika, nggak ada empati, nol rasa hormat sama batasan pribadi. Dia cuma ngandelin intimidasi, bikin malu, dan main kuasa ke semua orang. Hari ini, mereka lagi nayangin semacam dokumenter atau klip tentang sejarah Arab kuno di TV. Aku tumbuh di era digital baca novel misteri, nonton anime dan Spacetoon, belajar bahasa, nyemplung ke dunia teknologi, dan emang penasaran sama seluruh dunia. Aku suka belajar apa aja tanpa benci budaya lain atau mengagungkan satu hal secara buta. Dia mulai nanya-nanya apa yang aku tahu soal zaman itu. Aku kasih pendapat jujurku dan dia langsung ngejek. Dia teriak kalau aku udah lepas dari identitasku, kalau aku nol budaya, dan cuma nyoba niru Barat cuma gara-gara aku nggak punya obsesi ekstrem sama puisi dan sejarah kuno kayak dia. Aku coba jelasin sudut pandangku pelan-pelan tapi nggak bisa diajak nalar. Dia memuja sejarah kuno kayak kultus absolut. Pas dia sadar aku nggak mundur atau setuju sama dia, dia meledak. Dia nyekel tanganku kenceng banget, meremas buat maksa aku liat layar HP-nya, maksa aku nonton video acak soal puisi Arab kuno. Aku terus bilang stop tapi dia malah nempel-nempelin HP-nya ke mukaku dan meremas tanganku sambil bilang, "Liat ini, tonton." Aku ngerasa banget dilanggar dan sesak. Kayak, siapa sih yang gitu? Beneran pakai kekuatan fisik buat maksa orang nonton video cuma gara-gara nggak setuju sama pandanganmu? Menyedihkan. Dia pikir punya gelar bikin dia superior tapi kelakuannya kayak orang nggak berpendidikan dan kasar. Aku cuma capek banget ngadepin orang yang nyampur aduk racun dan kontrol paksa dengan melestarikan budaya. Mulai sekarang aku jaga jarak dari dia karena aku udah bener-bener selesai coba sopan. Semoga Allah nunjukin kita semua ke jalan yang benar.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener nyentuh. Beberapa orang tua mikir hormat itu berarti nerima perlakuan kasar. Kamu udah bener dengan menjauhkan diri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Tante kamu sudah keterlaluan dengan mencengkeram kamu seperti itu. Kamu punya hak penuh untuk menetapkan batasan. Tetap kuat, ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengirim pelukan buat kamu. Sedih ya kalau keluarga malah berusaha mempersempit duniamu, bukannya memperluasnya. Rasa ingin tahumu itu anugerah, bukan kekurangan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dia kedengarannya melelahkan. Mencintai warisan budayamu nggak seharusnya berarti memaksakannya ke orang lain. Kamu benar pergi dari situ.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ugh, pakai kekerasan fisik cuma gara-gara video? Itu bukan cinta budaya, itu kontrol. Semoga Allah kasih kamu kedamaian.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar