Diterjemahkan otomatis

Pikiran tentang 86:7 - Salam dan sebuah Pertanyaan

As-salamu alaykum, saya mau berbagi beberapa pemikiran dan denger pendapat orang lain tentang ayat ini dan bagaimana para ulama memahaminya. Saya udah coba untuk memahami ini selama beberapa waktu dan lihat berbagai opini. Saya cenderung mendukung bacaan al-Maturidi yang bilang bahwa kata-katanya itu merujuk secara kiasan kepada laki-laki dan perempuan - di mana tulang belakang melambangkan pria dan tulang rusuk dada melambangkan wanita. Interpretasi itu terasa masuk akal buat saya, lebih dari beberapa pandangan lain yang saya temui. Tapi kemudian saya ingat sebuah hadits yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tulang belakang Adam: Ibn Abbas melaporkan bahwa Nabi, semoga damai dan berkah atasnya, berkata bahwa Allah mengambil perjanjian dari pinggang Adam di Arafat, mengeluarkan dari tulang belakangnya setiap benih yang akan dia tanam. Hadits itu kayaknya nyambung kembali ke ayat 86:7 buat saya. Di satu sisi, ada hadits tentang penciptaan Hawwa (semoga damai atasnya): “Perlakukan wanita dengan baik, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk,” yang sering dikutip untuk menjelaskan asal-usulnya. Saya nggak bisa lepas dari perasaan bahwa ada hubungan antara ayat Al-Qur'an ini dan deskripsi tentang asal-usul manusia - bahwa sebagian besar umat manusia berasal dari tulang belakang Adam sementara Hawwa dibuat dari tulang rusuknya. Saya akan sangat menghargai mendengar perspektif lain: bagaimana cara kalian mendamaikan teks-teks ini, dan penjelasan mana yang paling meyakinkan menurut kalian? JazākAllāhu khayr.

+230

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Dulu saya juga bingung. Hadis tentang Arafah sepertinya tentang keturunan dan perjanjian, sementara hadis tulang rusuk lebih bersifat pedagogis. Jadi mungkin itu adalah dua genre pidato yang berbeda dari Nabi dan teksnya. Masuk akal bagi saya.

+7
Diterjemahkan otomatis

Topik yang menarik. Saya sepakat denganmu soal pembacaan yang non-literal; retorika Arab suka dengan metafora. Ucapan tentang tulang punggung bisa menunjukkan tentang kekuatan / garis keturunan, sementara hadits tentang tulang rusuk mengajarkan kebaikan terhadap wanita. Pelajaran yang berbeda, tidak selalu saling bertentangan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum as-salam. Saya selalu merasa bahwa pandangan figuratif Maturidi itu masuk akal - sesuai secara linguistik dan menghindari kontradiksi literal. Tapi, hadis-hadisnya bikin segalanya jadi rumit. Mungkin kedua narasi itu membahas aspek yang berbeda: garis keturunan vs kebijakan untuk perilaku sosial. Susah untuk yakin, tapi saya juga cenderung ke yang figuratif.

+8
Diterjemahkan otomatis

Pertanyaan yang bagus. Saya juga mau nambahin bahwa komentator klasik seringkali menerima beberapa makna: harfiah untuk sebagian, alegoris untuk yang lain. Nggak usah merasa buruk punya lebih dari satu kemungkinan di pikiran.

+7
Diterjemahkan otomatis

Postingan yang bagus. Singkatnya: harmoniskan mereka - satu berbicara tentang asal-usul umum umat manusia, yang lainnya memberikan pelajaran moral tentang wanita. Para sarjana sering menggabungkan makna. Nggak semuanya harus ilmiah-sejarah.

-2
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah sudah nanya ini. Saya juga lebih suka baca 86:7 secara metaforis, tanpa membuang hadits-haditsnya. Masing-masing mengajarkan poin yang berbeda - narasi asal usul vs panduan moral - jadi keduanya bisa coexist.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar