Batas di tengah ketegangan Afghanistan-Pakistan - assalamu alaikum
Assalamu alaikum - ini ringkasan cepat tentang apa yang terjadi di balik ketegangan terbaru di perbatasan Afghanistan–Pakistan.
Perbatasan yang sering disebut sebagai Garis Durand ini sudah lama jadi sumber perselisihan antara dua tetangga ini. Pemerintah Afghanistan sekarang, seperti beberapa pemerintah Afghanistan sebelumnya, tidak mengakui garis itu dan menggambarkannya sebagai pemisahan buatan. Namun, Pakistan bilang perbatasan itu diakui secara internasional dan sudah mengambil langkah-langkah untuk mengamankannya, termasuk menggali parit dan membangun pagar - tindakan yang dikritik oleh Kabul.
Sedikit latar belakang: garis ini digambar pada akhir abad ke-19 oleh diplomat Inggris Sir Mortimer Durand bersama penguasa Afghanistan saat itu. Garis ini membentang sekitar 2.600 km melintasi medan yang sangat berat, memotong daerah Pashtun dan memisahkan Afghanistan dari akses langsung ke laut. Perbatasan ini sangat porus di beberapa tempat; beberapa rumah dan komunitas berada di kedua sisi, dan banyak orang menggunakan jalur informal ketimbang penyeberangan resmi.
Jutaan orang Afghanistan sudah tinggal di Pakistan selama bertahun-tahun, seringkali dengan dokumen yang terbatas, dan belakangan ini banyak yang kembali. PBB mencatat sekitar 500.000 orang kembali dari Pakistan hanya pada tahun 2025. Ada enam penyeberangan perbatasan resmi, tetapi perdagangan dan perjalanan sering dilakukan melalui jalur lain. Pakistan adalah salah satu mitra dagang utama Afghanistan, dan penutupan penyeberangan setelah bentrokan telah berdampak pada perdagangan - pedagang Afghanistan memperkirakan kerugian besar sejak Oktober.
Keamanan adalah faktor utama yang menyebabkan ketegangan. Sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021, Pakistan telah menuduh elemen yang berbasis di Afghanistan melakukan serangan melintasi perbatasan, terutama menyalahkan Taliban Pakistan (TTP). Pakistan juga telah melakukan serangan di dalam Afghanistan yang menargetkan kelompok yang mereka sebut teroris. Penguasa Kabul membantah bahwa mereka melindungi kelompok-kelompok tersebut dan juga menolak legitimasi Garis Durand, menyebutnya sebagai konstruksi era kolonial. Pejabat Taliban telah menolak label yang menganggap area ini sebagai perbatasan internasional.
Kekerasan meningkat pada bulan Oktober, dimulai dengan ledakan di Kabul dan berujung pada baku tembak yang menewaskan dan melukai banyak orang. Gencatan senjata yang dimediasi oleh Turki dan Qatar sebagian besar tetap berlaku, tetapi pembicaraan terbaru di Istanbul tidak mencapai kesepakatan yang langgeng. Negosiasi akan dilanjutkan, dan kedua belah pihak memperingatkan bahwa kegagalan bisa berarti pertempuran yang kembali terjadi.
Semoga Allah melindungi yang tak bersalah dan memberikan kedamaian serta kepemimpinan bijaksana kepada kedua rakyat.
https://www.arabnews.com/node/