TGB Buka Suara soal Polemik Sapi Kurban Presiden: Yang Disebut Itu Jabatan, Bukan Nama Pribadi
Tokoh agama dan mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi, menanggapi polemik pengadaan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana APBN senilai sekitar Rp100 miliar. TGB menegaskan program kurban dari pemerintah bukan hal baru dan telah lama menjadi tradisi, baik di pusat maupun daerah.
Menurut TGB, dalam program tersebut yang digunakan adalah nama jabatan, bukan nama pribadi pejabat, karena dana berasal dari uang negara. Ia menjelaskan, sapi kurban biasanya diberi label “Kurban Presiden” atau “Kurban Gubernur”, dan mencontohkan saat ia menjabat gubernur pun ada kurban gubernur, bukan atas nama pribadinya.
TGB mengakui secara fikih hal ini dapat diperdebatkan, namun secara substansi program ini bermanfaat bagi masyarakat. Ia menilai program ini sebagai bentuk bantuan sosial pemerintah yang harus dilakukan secara transparan dan tidak diklaim sebagai kurban pribadi. TGB mengimbau masyarakat membedakan antara ibadah kurban pribadi dengan program bantuan sosial, dan mempersilakan yang tidak nyaman untuk tidak menerima daging kurban tersebut.
https://kabarbaik.co/tgb-buka-