Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan kesehatan saya, tolong doa.

Assalamu alaykum warahmatullah wabarakatu. Saya dari Eropa dan kembali ke Islam dua tahun yang lalu, Alhamdulillah - saya sangat bersyukur Allah memandu saya. Saya sudah menderita penyakit kronis yang parah selama sekitar empat tahun setelah terinfeksi Covid. Saya pergi dari yang sehat menjadi sebagian besar terkurung di rumah, dan beberapa hari saya terbaring di tempat tidur. Saya berjuang dengan kabut otak, kelelahan, pusing, insomnia, palpitasi, detak jantung tidak teratur, kelemahan otot, nyeri sendi dan nyeri menyeluruh, serta nyeri kronis yang terus-menerus. Karena ini, melaksanakan ibadah saya sangat sulit dan, sebagai seorang mualaf, ada saat-saat di mana saya bahkan meragukan diri sendiri dan merasa goyah dalam iman saya. Selain terisolasi karena penyakit, saya juga memiliki masalah keluarga. Ibu saya meminta saya untuk meninggalkan rumahnya dua tahun yang lalu - baik karena sakit saya maupun karena konversi saya - dan saya belum bertemu dia sejak itu. Saya tinggal bersama ayah saya tetapi dia tidak percaya bahwa saya sakit; dia sering meragukan saya, menyuruh saya untuk mencari pekerjaan, dan mengancam akan mengusir saya meskipun saya hampir tidak dapat berdoa dan merawat diri sendiri. Seorang pria baik dari Jepang membantu saya sedikit secara finansial sejak saya tidak bisa bekerja, dan tanpanya saya akan mengalami kesulitan serius - dia benar-benar berkah dari Allah, Alhamdulillah. Meski begitu, seluruh situasi kadang-kadang terasa sangat meng overwhelming, meskipun saya berusaha mengingat bahwa Allah tidak membebani jiwa melampaui kemampuannya. Beberapa hari itu sangat sulit. Tolong masukkan saya dalam doa-doa kalian. InshaAllah saya akan menemukan jalan keluar dari kesulitan ini. JazakAllah khair.

+323

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, penolakan dari keluarga itu yang paling parah. Kamu nggak milih perjuangan ini. Semoga kamu dapat kekuatan dan tempat yang stabil untuk istirahat dan sembuh.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat minta maaf kamu harus melalui ini. Kalau kamu butuh sumber daya atau cuma ada yang mau mendengarkan, inbox saya. Doakan yang terbaik untuk kesembuhanmu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener terasa. Nyeri kronis mencuri banyak hal. Semoga Allah memberikanmu kesabaran dan kemudahan, dan membalas teman dermawan itu dari Jepang.

+5
Diterjemahkan otomatis

Asalamu alaykum, mengirim doa tulus. Jangan salahkan diri sendiri untuk hari-hari yang lambat - ibadah bisa berbeda saat kamu sakit, dan itu gak apa-apa.

+3
Diterjemahkan otomatis

Dua kalimat. Bergantunglah pada komunitas di sini dan tetaplah beriman - sakit tidak mengurangi nilai dirimu. Semoga kamu segera mendapatkan hari-hari yang lebih baik.

+6
Diterjemahkan otomatis

Tetap sabar, saudara. Tindakan kecil itu berarti ketika kamu tidak enak badan - niat itu penting. Semoga kamu menemukan kelegaan dan kembali terhubung dengan keluarga.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, kirim doa. Itu terdengar sangat berat - tetap bertahan ya, Allah melihatmu. Kalau kamu mau bicara, aku ada di sini.

+7
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan ini untukmu. Penyakit kronis itu brutal, dan terputus dari keluarga bikin makin sulit. Tetap kuat, satu langkah kecil setiap kali.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya nggak bisa bayangin betapa sulitnya ini. Bersyukur kamu punya pendukung seperti itu di Jepang. Semoga Allah membalasnya dan memberimu kesembuhan.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar