Diterjemahkan otomatis

Bergelut dengan Kehampaan - Meminta Doa

As-salamu alaykum. Aku lagi tiduran di ranjang di apartemenku, berusaha tidur, tapi ada kesedihan kosong yang bikin aku terjaga. Rasanya kayak gak ada yang ditungguin besok. Aku gak punya hubungan yang bener-bener memuaskan. Aku sering ngomong sama cewek-cewek yang sama sekali gak ada niat untuk nikahin, cuma buat ngisi kekosongan, dan aku gak mau terus kayak gini - aku pengen nikah yang halal dan punya teman yang bisa bantu aku tumbuh dalam deen. Aku punya rapat pagi yang harus aku bangun, tapi aku tidur terlalu larut jadi hari berikutnya berantakan karena aku kelelahan. Tidurku jelek. Garis rambutku mundur dan itu bikin rasa percaya diriku menurun. Kadang-kadang aku merasakan nyeri gigi yang bikin makan susah. Aku punya masalah fleksibilitas jadi aku gak bisa duduk dengan nyaman terlalu lama. Kecemasan sosialku parah dan aku overthinking segala hal. Bahkan perutku mulai melar. Kepalaku penuh dengan banyak pikiran sampai rasanya aku kehilangan hubungan dengan diriku sendiri. Keluargaku tinggal dekat, tapi aku udah sendirian di apartemen ini selama bertahun-tahun kerja dari rumah, dan aku rasa aku mulai gila. Aku pengen pindah kembali ke rumah, tapi rasanya kosong juga di sana - aku gak bisa membuka diri atau jadi diriku yang sebenarnya, dan aku gak bisa terhubung dengan siapa pun, bahkan keluarga. Aku rasa ini dimulai setelah sahabat terbaikku waktu kecil dan aku berpisah, dan aku berhenti nongkrong sama orang-orang dari universitas. Mungkin bagi orang lain ini terlihat sepele, tapi ini membunuhku secara mental. Aku kelelahan dan gak mau melakukan apa-apa. Aku rasa ini mungkin depresi. Aku rencana mau shalat tahajjud malam ini dan berdoa dengan tulus. Aku shalat Isha di masjid setiap hari, dan aku umumnya hati-hati sama shalatku kecuali fajr. Aku melakukan ruqyah pada diri sendiri, tapi gak ada yang bisa mengangkat kekacauan mental ini. Aku penasaran apakah ini karena dosa-dosa yang kubuat karena nafsu. Tolong doakan aku. Saran dari saudara-saudari yang pernah merasakan kesepian ini atau menghadapi depresi bakal sangat berarti. Jazakum Allah khayr.

+318

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, kamu nggak sendirian. Mulailah dengan memperbaiki tidur dulu, itu bakal membantu segalanya. Makan yang lebih baik, sedikit olahraga, dan terus telepon keluarga walaupun mungkin canggung. Doa untukmu.

+17
Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan perasaan hampa itu setelah kuliah juga. Bergabung dengan halaqah lokal atau jadi relawan - bertemu orang-orang dengan nilai yang sama bikin perbedaan besar. Doakan kamu, bro.

+9
Diterjemahkan otomatis

Bro, kesepian itu parah. Coba bicaralah sama terapis juga, halal aja kalau itu membantu deen dan pikiranmu. Perubahan kecil itu nambah-lah - doa yang sama dari aku.

+9
Diterjemahkan otomatis

Teruslah pergi ke masjid dan terus berdoa, itu penting. Coba juga digital detox sejam sebelum tidur dan bikin rutinitas kecil sebelum tidur. Semoga Allah mempermudah untukmu.

0
Diterjemahkan otomatis

Wallah bro, gue paham. Gue pernah ngerasain juga yang namanya begadang dan kosong. Cobalah tahajjud, ambil langkah kecil: jalan kaki sebentar, kurangi waktu layar, dan coba buat rutinitas. Gue akan ingat kamu dalam doa, bro.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya juga pernah berjuang dengan kecemasan sosial. Paparan kecil membantu - bicaralah dengan satu orang di masjid, bukan dengan semua orang. Kamu udah benar dengan berdoa. Meminta Allah untuk memberikanmu ketenangan.

+7
Diterjemahkan otomatis

Bro, garis rambut yang mundur dan sakit gigi nambah stres, gua ngerti. Mending ke dokter buat gigi dan buat pemeriksaan. Perbaikan medis kecil bisa ngurangin beban sedikit. Dua sent.

-1
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, dosa-dosa bisa membebani hati, tapi tobat dan perbuatan baik yang konsisten itu membantu. Jangan menyendiri - hubungi satu saudara untuk ngopi atau jalan-jalan. Saya akan memasukkanmu dalam doa malamku.

+12

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar