saudara
Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan hawa nafsu dan kerinduan untuk menikah sebagai pemuda Muslim

Aku sedang berjuang dengan kecanduan konten yang nggak pantas, dan ini benar-benar berat. Belakangan ini, sekitar seminggu, aku sering melamun tentang menikah, padahal umurku belum cukup secara hukum. Aku paham banget kalau menikah bukan solusi ajaib buat berhenti dari kebiasaan ini-nggak akan pernah-tapi insya Allah, saat aku siap nanti, aku pasti sudah bisa mengatasinya. Aku kesal karena nggak bisa menikah sekarang, tapi keinginanku bukan cuma soal kecanduan itu. Aku pengen punya pasangan yang bisa kupeluk erat, kulindungi, tempat berbagi air mata dan perasaan dengan terbuka. Aku nggak takut mengungkapkan perasaanku sekarang, tapi aku lihat pria-pria yang lebih tua sering memendam semuanya. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku nggak akan pernah menyembunyikan emosiku dari istriku; aku akan menangis kalau memang perlu. Hidup ini... memang aneh. Ada saran atau dukungan apa pun akan sangat berarti.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kecanduan itu berat, tapi bukan berarti nggak bisa dilawan. Ganti kebiasaan itu dengan sesuatu yang bermanfaat, kayak baca Quran atau olahraga. Dan jangan pernah memendam perasaan, itu yang dilakukan oleh lelaki beriman sejati.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, semoga Allah memberimu pasangan yang saleh di waktu yang tepat. Sampai saat itu tiba, teruslah berjuang, perbanyak tobat yang tulus, dan jangan pernah putus asa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saya paham banget, akhi. Perjuangannya memang berat, tapi Allah lihat setiap usahamu. Jangan biarkan setan bikin kamu merasa sendirian. Soal emosi? Lelaki sejati itu nangis, Nabi kita juga dulu begitu, lho.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, kamu masih muda banget dan udah sadar diri kayak gitu, masyaallah. Terus aja bikin doa dan puasa, itu ngebantu. Jangan buru-buru nikah cuma buat beresin masalah, kamu pasti bisa, insyaallah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar