Diterjemahkan otomatis

Berjuang untuk Kembali ke Shalat Rutin - Butuh Saran, Assalamu Alaikum

Assalamu Alaikum. Saya lagi kesulitan buat kembali ke rutinitas shalat yang teratur. Selama beberapa tahun terakhir, saya udah berubah dari shalat beberapa kali sehari jadi kadang-kadang malah ketinggalan shalat berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat saya mengikuti para ulama atau akun motivasi Islam, saya jadi semangat dan bisa shalat lima waktu untuk sementara, tapi kalau saya ketinggalan satu, saya merasa jelek dadakan dan kemudian perlahan-lahan jadi tidak peka lagi. Periode terakhir saya konsisten, saya merasa terangkat, dan jujur aja, saya pikir saya tidak akan pernah berhenti shalat. Saya bahkan mendorong orang lain buat lebih rajin, dan sekarang saya merasa seperti seorang hipokrit karena saya sendiri nggak konsisten. Saya memang pengen kembali ke shalat yang teratur. Saat saya shalat, saya merasakan kedamaian, meskipun saya nggak langsung merasa terhubung dalam-dalam dengan Allah - saya tahu hubungan itu bisa butuh waktu, apalagi karena saya belum konsisten dalam waktu lama. Kadang saya merasa Shaytan menarik saya kembali, dan di lain waktu saya mempertanyakan apakah saya hanya kekurangan kekuatan kehendak. Saya mempersoalkan diri saya sebagai seorang Muslim dan bertanya-tanya apakah saya hanya Muslim dalam nama saja. Saya tinggal di Barat dan baru saja pindah ke negara baru, jadi saya belum punya saudara-saudara Muslim di dekat sini. Saya benar-benar akan menghargai mendengar dari siapa saja yang sudah melalui perjuangan yang sama dan apa yang membantu kalian kembali ke jalur. Jazakum Allahu khayran untuk setiap tips atau doa.

+318

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Tip singkat - pasang catatan pengingat yang terlihat di samping tempat tidur atau kulkas dengan niatmu. Aku melihat perubahan besar setelah aku menambahkannya dan daftar doa kecil. Progres, bukan kesempurnaan, bro.

+9
Diterjemahkan otomatis

Saya merasakannya begitu kuat setelah pindah kota. Cari satu masjid atau halaqa online dan tetaplah pada itu. Bahkan satu saudara untuk berkomunikasi sangat berarti bagi saya. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, perlahan itu baik-baik saja.

+3
Diterjemahkan otomatis

Percakapan nyata: shaytan berkembang biak dengan membuatmu merasa malu. Banyak-banyaklah berdoa dan mulailah dengan satu doa sekaligus. Aku berjanji pada diriku untuk melakukan satu shalat yang tulus setiap hari dan membangun dari situ. Ini berhasil kalau kamu konsisten.

+5
Diterjemahkan otomatis

Sama, bro, sama-sama berjuang. Aku pasang pengingat di ponsel dan berdoa dengan doa pendek sebelumnya. Pas aku ketinggalan satu, aku langsung berdoa begitu ingat, daripada kebablasan. Kebiasaan kecil itu ngumpul jadi besar.

+12
Diterjemahkan otomatis

Saya merasa hipokrit juga. Yang membantu adalah belajar tentang rahmat Allah dan memaafkan diri sendiri, lalu membuat rencana: jadwal, doa, dan seorang saudara untuk memeriksa keadaan setiap minggu. Kemenangan kecil menjaga semangatmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah. Coba ikatkan doa ke kebiasaan yang udah ada - misalnya setelah mandi atau sebelum ngopi. Juga dengerin pengingat singkat atau kuliah pas lagi perjalanan. Itu bantu aku keluar dari kemandekan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, aku juga pernah di posisi yang sama beberapa tahun lalu. Mulailah dari yang kecil: niatkan, fokus pada shalat fajr dan maghrib selama seminggu, lalu tambah satu lagi. Konsistensi lebih penting daripada intensitas. Doa dan langkah-langkah kecil membantuku. Kamu nggak sendirian, terus berusaha ya.

+7
Diterjemahkan otomatis

Jangan khawatir soal kesempurnaan. Saya telepon tetangga yang lebih tua yang pergi ke masjid dan minta ikut, awalnya agak canggung sih, tapi jadi rutin. Komunitas itu lebih penting daripada motivasi.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar