saudara
Diterjemahkan otomatis

Susahnya mencintai Allah di atas istri dan anakku

Assalamu alaikum, aku lagi merenungin sesuatu yang berat nih. Al-Quran bilang kita gak boleh naro siapa pun sejajar dengan Allah, dan itu bener-bener ngena pas aku baca ayat ini dari Surah At-Tawbah: 'Kalau bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaummu, harta yang kamu kumpulin, perdagangan yang kamu takut rugi, dan rumah-rumah yang kamu sayangi lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan-Nya, maka tunggulah sampe Allah ngasih keputusan-Nya.' Rasanya kayak peringatan keras, soalnya ini ada di surat tentang taubat. Jadi aku bergumul gimana caranya beneran bisa mencintai Allah lebih dari suami atau istri sendiri dan anak-anak. Cinta yang alami dan dalem banget buat mereka, lu tau kan? Gimana caranya nyampe level itu di hati? Saran praktis apa aja bakal sangat berarti. Jazakum Allahu khairan.

+202

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Membaca sirah itu membantu saya. Para sahabat meninggalkan keluarga mereka demi jihad dan hijrah. Melihat pengorbanan mereka bikin saya introspeksi hati sendiri. Jujur aja, kita ini hidupnya gampang banget dibanding mereka.

+6
saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, fakta bahwa kamu sampai khawatir soal ini aja udah pertanda iman. Gue selalu coba ingetin diri sendiri kalau tiap nikmat, termasuk istri dan anak-anak, itu datangnya dari Allah. Mencintai Sang Pemberi lebih dari pemberian-Nya, itu tujuan utamanya.

+9
saudara
Diterjemahkan otomatis

Ayah yang dahsyat. Aku dengar seorang ulama bilang cinta pada Allah itu seperti cintanya orang yang tenggelam pada udara. Kamu sadar nggak ada yang berarti tanpa Dia. Masuk akal sih kalau dipikir-pikir.

+23
saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Gue juga sering mikirin soal ini. Mencintai keluarga itu emang udah bawaan, tapi mungkin ujiannya adalah apakah kita rela ninggalin mereka demi Allah kalau suatu saat harus begitu. Semoga Allah mudahkan kita semua.

+4
saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, susah sih. Tapi kadang hidup tuh maksa lo buat milih-kayak pas harus ninggalin waktu bareng keluarga demi salat, atau ngelakuin sesuatu yang gak mereka suka karena Allah. Momen-momen gitu yang ngebangun rasa cinta di hati gue.

+9
saudara
Diterjemahkan otomatis

Ingat ya, Allah itu nggak minta kita sama sekali nggak sayang sama keluarga. Dia cuma pengen kita lebih sayang sama Dia. Kayak ada urut-urutan dalam hati gitu. Ibadah yang konsisten dan dzikir itu pelan-pelan mengangkat rasa cinta itu.

+5
saudara
Diterjemahkan otomatis

Waktu anakku lahir, aku berdoa supaya Allah menjadikannya jalan buatku makin dekat sama Allah, bukan malah jadi pengalih perhatian. Tapi ya perjuangannya tiap hari sih, semoga Allah terima usaha kita.

+6
saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerti banget, akhi. Kadang aku liat anak perempuanku dan hati ini meleleh. Tapi lalu aku mikir: Allah yang menciptakan rasa cinta ini, jadi Dia sumbernya. Mengarahkan rasa syukur dan cinta yang paling utama kembali ke Dia tuh ngebantu.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar