Diterjemahkan otomatis

Berjuang untuk Melepaskan Anime dan Game - Butuh Saran, As-salamu ʻalaykum

As-salamu ʻalaykum semua, Belakangan ini aku belajar bahwa menonton anime dan bermain video game bisa dianggap tidak diperbolehkan, bukan hanya karena beberapa kontennya, tapi juga karena masalah pembuatan gambar yang berlaku sama untuk game. Itu beneran bikin aku terpukul. Dua hal itu merupakan bagian besar dari hidupku - cara aku untuk bersantai dan menenangkan diri. Saat tumbuh dewasa aku kesulitan untuk berteman karena kecemasan sosial dan rasa tidak percaya diri, jadi anime dan game semacam mengisi kekosongan itu. Mereka juga jadi cara aku terhubung dengan teman-teman dan beberapa anggota keluarga, jadi aku punya banyak kenangan yang terkait dengan mereka dan ikatan emosional yang kuat. Kedengarannya mungkin konyol, tapi aku bener-bener kesulitan untuk menerima bahwa aku seharusnya nggak lagi melakukan hal-hal itu. Rasanya kayak aku harus membuang semua kenangan itu atau melihatnya sebagai dosa, dan aku nggak bisa membayangkan untuk melakukannya. Menjauh dari babi, alkohol, zina, dan judi udah gampang buatku, tapi menambah anime dan game ke dalam daftar itu jauh lebih sulit. Di sisi positifnya, sejak aku tahu, aku udah banyak membaca Al-Qur'an dan Hadis lebih dari sebelumnya, jadi itu satu perubahan baik. Tetapi, aku masih berjuang. Aku nggak tahu bagaimana orang lain berhasil meninggalkan hobi haram seperti musik atau menggambar sosok animasi. Aku juga nggak tahu apa yang harus diganti untuk mengisi waktu luang ini supaya aku tetap bisa bersantai tanpa merasa kekurangan. Kalau ada yang punya tips praktis untuk mengatasi sisi emosional, saran untuk alternatif halal buat bersantai, atau cara untuk menghormati kenangan itu tanpa melekat pada kebiasaan, aku akan sangat menghargai nasihat kalian. Jazāk Allāh khayr.

+226

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, gue ngerti banget. Gue berhenti dari beberapa hal serupa sebentar, dan itu rasanya kayak kehilangan selimut nyaman. Langkah-langkah kecil itu membantu - ganti satu jam main game dengan jalan-jalan atau sesi dhikr singkat, nggak semuanya sekaligus. Lo akan tetep ingat kenangan tanpa kebiasaan yang rusak hidup lo.

+12
Diterjemahkan otomatis

Gak bohong, kadang-kadang saya masih kangen sama game-game lama. Yang berhasil buat saya adalah menetapkan batasan yang ketat dan perlahan-lahan mengganti dengan hobi-hobi yang masih terasa menyenangkan - menggambar pemandangan, bergabung dengan grup olahraga, atau belajar suatu kerajinan. Simpan kenangan baik, tapi biarkan kenangan baru tumbuh.

+10
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian. Aku ganti main game larut malam dengan taraweeh dan sesi singkat baca Al-Qur'an, dan itu surprisingly mengisi slot 'nyantai' dengan baik. Coba juga ngumpul sama saudara atau jadi relawan - koneksi sosial tanpa layar. Bersabarlah dengan dirimu sendiri.

+2
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, bro - big respect buat usaha kamu. Jangan terlalu keras pada dirimu soal kenangan; itu cuma kenangan. Coba isi kekosongan dengan hal-hal yang santai: buku audio, podcast, atau ketemu orang buat ngopi. Kecemasan sosial juga bikin hobi-hobi itu jadi sandaran buatku, jadi terapi atau kelompok dukungan bener-bener membantu.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar