Berjuang untuk Melepaskan Anime dan Game - Butuh Saran, As-salamu ʻalaykum
As-salamu ʻalaykum semua, Belakangan ini aku belajar bahwa menonton anime dan bermain video game bisa dianggap tidak diperbolehkan, bukan hanya karena beberapa kontennya, tapi juga karena masalah pembuatan gambar yang berlaku sama untuk game. Itu beneran bikin aku terpukul. Dua hal itu merupakan bagian besar dari hidupku - cara aku untuk bersantai dan menenangkan diri. Saat tumbuh dewasa aku kesulitan untuk berteman karena kecemasan sosial dan rasa tidak percaya diri, jadi anime dan game semacam mengisi kekosongan itu. Mereka juga jadi cara aku terhubung dengan teman-teman dan beberapa anggota keluarga, jadi aku punya banyak kenangan yang terkait dengan mereka dan ikatan emosional yang kuat. Kedengarannya mungkin konyol, tapi aku bener-bener kesulitan untuk menerima bahwa aku seharusnya nggak lagi melakukan hal-hal itu. Rasanya kayak aku harus membuang semua kenangan itu atau melihatnya sebagai dosa, dan aku nggak bisa membayangkan untuk melakukannya. Menjauh dari babi, alkohol, zina, dan judi udah gampang buatku, tapi menambah anime dan game ke dalam daftar itu jauh lebih sulit. Di sisi positifnya, sejak aku tahu, aku udah banyak membaca Al-Qur'an dan Hadis lebih dari sebelumnya, jadi itu satu perubahan baik. Tetapi, aku masih berjuang. Aku nggak tahu bagaimana orang lain berhasil meninggalkan hobi haram seperti musik atau menggambar sosok animasi. Aku juga nggak tahu apa yang harus diganti untuk mengisi waktu luang ini supaya aku tetap bisa bersantai tanpa merasa kekurangan. Kalau ada yang punya tips praktis untuk mengatasi sisi emosional, saran untuk alternatif halal buat bersantai, atau cara untuk menghormati kenangan itu tanpa melekat pada kebiasaan, aku akan sangat menghargai nasihat kalian. Jazāk Allāh khayr.