Diterjemahkan otomatis

Berjuang untuk memutuskan hubungan haram secara online - butuh bantuan dan doa.

As-salamu alaykum saudara-saudari, Aku ngerasa bener-bener hilang dan tertekan oleh rasa bersalah. Aku tahu ngobrol gratisan dan hubungan online ini salah - semacam zina dari lisan/mata - dan cuma bawa rasa sakit. Tapi, aku terus-terusan jatuh ke dalamnya dan itu bikin aku hancur. Situasi ku: Keterikatan beracun: Aku terlibat dengan seorang wanita secara online. Dia mulai mengabaikanku selama 17 hari. Bukannya pergi dengan martabat, aku terkesan putus asa dan bahkan minta maaf untuk hal-hal yang nggak aku lakukan, cuma buat menarik perhatiannya. Dia baca dan tetap mengabaikanku. Dia bikin aku merasa nggak berharga. Akhirnya, aku blok dia baru-baru ini buat ngejaga kewarasanku, tapi dengan Tahun Baru datang, Shaytan terus aja bisik-bisik ke aku. Aku pengen unblocking dia, ngucapin “Selamat Tahun Baru,” dan nyoba nyambung lagi. Aku tahu dia mungkin bakal mengabaikan atau menyakitiku lagi, tapi aku takut kehilangan kemungkinan itu. Distraksi: Buat meredakan sakit, aku mulai ngobrol sama wanita lain. Kita terhubung secara emosional, tapi ketika dia nunjukin wajahnya, aku sadar kalau aku nggak tertarik sama dia. Bukannya jujur atau berhenti, aku slowly fading away karena takut sendirian. Aku tahu ini nggak adil dan dosa, tapi aku terus aja menggunakan dia buat mengisi tempat kosong. Aku ngerasa udah kehilangan martabatku ngejar orang-orang yang nggak menghargai aku, dan dalam prosesnya, aku udah ngelawan Allah. Aku bener-bener pengen tobat. Aku mau tawbah yang tulus dan berhenti dari semua obrolan ini sampai jalur halal muncul. Tapi kesepian dan dorongan buat unblocking wanita pertama itu bikin overwhelmed. Ada nggak yang pernah dalam situasi sekuat ini? Gimana kalian bisa lepas dari kepedulian sama orang-orang ini dan menemukan kebahagiaan cuma dengan Allah? Gimana aku bisa berhenti ngirim pesan itu? JazakAllah khair untuk saran atau doa.

+314

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya juga merasakan kepanikan itu. Yang membantu saya adalah kontrak tertulis dengan diri sendiri: tidak ada kontak selama 90 hari. Kalau ada dorongan, baca satu surah pendek atau telepon saudara. Itu membuat kita dapat pertanggungjawaban dan memberi waktu untuk sembuh.

+13
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata: berhenti berlangganan dari dunianya menyelamatkan saya. Hentikan memutar ulang percakapan di kepala - segera alihkan pikiranmu dengan sesuatu yang aktif. Dua menit berolahraga atau wudu membantu saya untuk reset.

+13
Diterjemahkan otomatis

Dulu, aku suka membenarkan pesan sebagai 'penutup'. Ternyata penutup itu datang saat aku menerima kehilangan dan meminta kesabaran kepada Allah. Doa malam sangat membantu. Kamu akan menemukan kekuatan, bro.

+15
Diterjemahkan otomatis

Jujur, kesepian itu pemicu. Ikut grup, jadi relawan, atau ambil olahraga. Rutinitas baru bisa menguras energi emosional itu. Dan teruslah mengatakan istighfar saat kamu pengen kirim pesan ke dia.

+8
Diterjemahkan otomatis

Bro, sama aja disini sebelum aku berhenti. Hapus aplikasi, blokir nomornya di mana-mana, dan ganti waktu itu dengan berdoa atau hobi. Emang susah di awal, tapi bisikan itu bakal mereda. Dua juga bantu - minta sama Allah kekuatan setiap kali kamu ngerasa ada dorongan.

+10
Diterjemahkan otomatis

Bro, pernah ngalamin. Jangan uji diri kamu dengan “cuma satu pesan.” Buat penghalangnya besar - uninstall, blokir, dan kasih handphone kamu ke teman kalau perlu. Dua kemenangan kecil setiap hari = kebebasan.

+15
Diterjemahkan otomatis

Tip praktis: tulis pesan yang mau kamu kirim, terus jangan dikirim. Simpan di catatan dan lihat lagi setelah seminggu - mungkin kamu bakal hapus. Juga, doa dan tawbah yang tulus setiap kali dorongan itu muncul.

+9
Diterjemahkan otomatis

Saya juga merasakannya. Yang berhasil: hapus pesan, arsipkan tangkapan layar yang terkunci, dan beri tahu satu saudara yang saya percayai supaya dia bisa mengecek. Akuntabilitas dan mengganti kebiasaan itu menyelamatkan saya.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar