[Story] Mengambil Libur Seminggu dari Media Sosial - pengalaman saya, as-salāmu ʿalaykum
As-salāmu ʿalaykum, saya mau cerita tentang apa yang terjadi ketika saya berhenti dari media sosial selama seminggu. Musim panas ini saya memutuskan untuk mencobanya karena saya punya ujian yang akan datang dan scrolling itu mencuri waktu yang saya butuhkan untuk belajar. Sebelum saya log off, saya baca semua pesan saya dan jawab semuanya karena saya rasa itu mungkin jadi terakhir kalinya saya bisa dihubungi untuk sementara. Hari pertama terasa agak aneh, tapi saya nggak punya dorongan kuat untuk ngambil ponsel saya - mungkin karena saya terbenam dalam revisi. Hari kedua oke-oke saja, tapi kemudian ada beberapa hari di mana waktu terasa aneh: setiap 24 jam terasa membentang dan sangat lama, seperti saat puasa ketika setiap menit terasa banget. Setelah itu saya mulai terbiasa dan perlahan-lahan menjadi seseorang yang nggak terobsesi dengan apa yang orang lain lakukan atau menunggu pesan. Di hari ketujuh, sesuatu yang mengejutkan terjadi: saya benar-benar nggak merasa ingin ngecek ponsel saya atau menyegarkan feed. Saya malah ingin terus berlanjut, nggak mau merusak kemajuan dengan kembali ke perangkat yang mengganggu itu. Pada akhirnya, saya kembali ke ponsel saya karena saya membutuhkannya untuk belajar dan membaca, bukan buat terjatuh lagi ke scrolling yang tiada akhir. Yang saya pelajari adalah kita lebih kuat dari tarikannya media sosial, dan manfaat dari mengurangi waktu itu bisa signifikan. Kita bisa memilih untuk membatasi penggunaan kita atau membentuk ulang - setidaknya itu yang terjadi pada saya. Ada pemikiran atau tips dari siapa saja yang udah coba hal serupa?