[Story] Mengatasi kecanduan dan perjalanan spiritual saya (Alhamdulillah untuk perubahan)
Assalamu alaikum. Sekitar pertengahan Desember 2024, akhirnya saya gak bisa lagi mengabaikan betapa buruknya keadaan. Studi saya merosot. Saya sudah gagal satu ujian UPSC dan merasa akan mengalami kegagalan lagi. Saya beneran gak bisa berkonsentrasi. Setiap kali saya mencoba belajar, pikiran saya melayang - mau nonton, main game, ngikutin anime, dan yang paling menyakitkan, terseret ke pornografi dan masturbasi. Saya merasa powerless dan malu di hadapan Allah. Sementara itu, keluarga saya sedang menghadapi krisis keuangan yang serius. Orang tua saya sudah menjual barang pribadi dan meminjam dari kerabat untuk mendukung pendidikan saya. Saya dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan, tapi tetap saja gak bisa mengendalikan kebiasaan saya. Saya merasa lemah dan hampir putus asa. Waktu itu jadi salah satu masa tergelap dalam hidup saya. Sekitar waktu itu, saya menemukan konten yang ngomong tentang disiplin, pengabdian pada studi, dan mengatasi kecanduan. Itu nyentuh hati saya dan jadi awal dari perubahan yang lebih dalam. Saya perlahan-lahan bergerak menuju spiritualitas, mulai membaca lebih banyak tentang Islam dan merenungkan tanggung jawab, sifat sementara dunia ini, dan kesadaran. Berusaha mendekat kepada Allah, membaca pengingat Quran, dan mendengarkan ceramah Islam yang tulus bikin saya merasa sedikit lebih baik dan memberi saya kekuatan awal. Saya berhasil menghindari pornografi dan masturbasi selama dua hingga tiga bulan, tapi itu gak mudah. Godaan masih ada, dan saya mulai menyadari myself yang mulai melihat wanita yang saya lihat setiap hari dengan cara yang salah. Itu mengganggu saya. Saya gak mau seperti itu, jadi saya mulai mengisolasi diri - mengunci diri di kamar dan menghindari orang lain. Itu memberi sedikit kelegaan tapi cuma sementara; tekanan tetap ada di dalam. Saya sadar butuh lebih dari sekadar kemauan atau nonton video. Saya butuh praktik spiritual yang lebih konsisten. Sekitar waktu itu saya mulai program rutin dhikr, doa, shalat dengan lebih khusyuk, dan latihan mindfulness yang direkomendasikan beberapa guru yang saya percayai. Berlatih dengan konsisten selama beberapa bulan beneran membuat perbedaan. Pikiran saya terasa lebih stabil. Saya menjadi lebih sadar tentang godaan saya alih-alih bertindak otomatis. Rasa tanggung jawab saya meningkat. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, saya merasakan ketenangan batin dan sedikit momen kebahagiaan - Alhamdulillah. Meskipun begitu, kemajuannya berlangsung perlahan dan saya pengen sesuatu yang lebih dalam. Saya mendaftar di kursus kerja batin yang lebih terstruktur fokus ke disiplin spiritual dan meditasi praktis dalam kerangka Islam. Saya menyelesaikannya sekitar bulan Juni atau Juli, dan sejak saat itu perubahannya terasa nyata. Saya mulai melewati tahap ujian kompetitif. Saya mulai mengajar les paruh waktu dan bisa membantu keluarga sedikit sambil melanjutkan persiapan saya sendiri. Energi saya meningkat, saya lebih baik dalam menghadapi beberapa tanggung jawab, dan konflik batin yang konstan berkurang. Saya gak memaksa diri saya sebanyak itu; ada bimbingan yang lebih jelas tentang apa yang membantu saya dan apa yang merugikan saya. Melihat ke belakang setelah setahun, saya merasa sangat bersyukur atas titik terendah itu. Seberapa menyakitkannya itu, membuat saya berbalik ke dalam dan menghadapi hal-hal yang saya hindari selama bertahun-tahun. Pertama saya stabil melalui iman dan refleksi, lalu praktik spiritual rutin membawa ketenangan mental, dan akhirnya kerja batin yang terstruktur membantu saya menyadari potensi saya. Saya nggak mengklaim sempurna. Tapi Alhamdulillah saya jauh lebih stabil, fokus, dan sadar dibanding sebelumnya - dan itu terasa seperti perubahan yang besar. JazakAllahu khairan sudah membaca. TL;DR: Saya berjuang dengan kecanduan pornografi, gak bisa fokus pada studi, dan keluarga saya mengalami kesulitan keuangan. Setelah titik terendah, saya berbalik kepada iman, praktik spiritual rutin, dan kerja batin yang terstruktur. Perlahan-lahan pikiran saya stabil, kejelasan kembali, dan saya jadi lebih baik dalam menghadapi hidup dan tanggung jawab.