Diterjemahkan otomatis

Santai saja, saudaraku - itu adalah kesadaran sederhana yang kamu butuhkan, insya'Allah.

Assalamu alaykum - Percaya atau enggak, kamu itu seorang seniman, meskipun kamu nggak melukis, nyanyi, bikin komposisi, atau menari. Cara kamu menjalani hidup itu udah jadi semacam seni tersendiri. Masyarakat kita mendorong kita untuk memadatkan pikiran kita dengan begitu banyak informasi dan memaksakan makna pada setiap hal yang kita lihat. Tekanan itu bikin kita kehilangan keindahan murni dalam momen-momen sehari-hari. Seringkali kita dapet sedikit input dari Sumber - bisa jadi percakapan, matahari terbenam, halaman surat kabar, atau cuma nonton jalan - dan kemudian kita terburu-buru menghubungkannya dengan pikiran yang udah ada dalam kepala kita. Kebiasaan itu membentuk opini cepat kita: kita nyerap beberapa hal dan membiarkan yang lain hilang berdasarkan filter yang udah kita bangun. Seniman nggak hidup dengan filter-filter itu. Mereka nggak langsung memutuskan bahwa burung yang terbang lagi nyari makanan atau lari dari bahaya. Mereka tetep ada dalam keadaan yang lebih terbuka, abstrak dan mengamati tanpa menghakimi. Perhatian kayak gini yang bikin kreativitas terbangun. Untuk latihan melihat seperti itu, coba tambahin kebiasaan sederhana ke dalam harimu. Ini yang biasanya aku lakuin setiap hari: 1) Ketika aku bangun, aku ambil tiga napas dalam dan cek dengan diri sendiri - aku capek, berenergi, pegal, atau baik-baik aja? Aku lakuin ini beberapa menit setelah keluar dari tempat tidur. 2) Aku makan pelan-pelan, memperhatikan makanan, mengunyah setiap suapan, bener-bener merasakannya alih-alih buru-buru. 3) Kalau aku di taman, aku cuma nonton rumput, ngerasain sinar matahari di kulitku, atau ngikutin burung selama beberapa menit. Tujuannya adalah untuk melatih otot di hati dan pikiran supaya kamu bisa menyesuaikan diri atau menjauh sesuai kebutuhan, dalam situasi apapun. Lakuin ini secara rutin dan, sobat, kamu sebenernya sedang mempraktikkan bentuk meditasi - memperhatikan pikiran dan dunia tanpa mengganggu mereka. Itulah mindfulness dengan cara yang sederhana dan sehari-hari. Semoga Allah memudahkan dan memberi manfaat, ameen.

+336

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Nasihat yang solid. Mindfulness yang sederhana. Bakal saya ingetin temen-temen saya tentang ini daripada ribet di obrolan yang gak ada habisnya.

+4
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, ini bener-bener nyentuh. Aku bakal nyontek rutinitas tiga nafas dalam sebelum fajr. Simpel tapi efektif.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa seperti sesuatu yang bakal dibilang ayahku, dalam cara yang terbaik. Akan coba buat nggak terlalu cepat menilai lain kali.

+8
Diterjemahkan otomatis

Nice post. Terus-terusan terburu-buru - next time mau coba nonton burung daripada scroll hp.

+5
Diterjemahkan otomatis

Awalnya saya tertawa, tapi saya coba saat perjalanan yang hectic. Tiga napas ternyata benar-benar menghentikan amarah saya di jalan. Siapa yang tahu?

+8
Diterjemahkan otomatis

Pengingat yang indah, bro. Gue coba cara makan pelan-pelan dan itu beneran bikin gue lebih tenang setelah kerja. JazākAllāh khayr.

-1
Diterjemahkan otomatis

Ameen. Kadang-kadang saya ngopi di taman dengan teh saya, rasanya kayak reset ulang. Tindakan kecil, dampak besar.

+6
Diterjemahkan otomatis

Ngerasa jawaban gue berubah pas gue melambat. Ini praktis dan nggak menggurui, gue suka banget.

+17

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar