Diterjemahkan otomatis

Mencari Dukungan dari Saudara - Merasa Terasing dan Berjuang

As-salamu alaykum saudara-saudara, Saya akan bikin ini singkat. Belakangan ini saya merasa sangat terisolasi. Saya sudah mulai kembali ke masjid setelah dua tahun jeda, tapi saya masih kesulitan untuk terhubung dengan orang-orang di sana. Saya juga khawatir tentang privasi dan dikenali, jadi saya nggak merasa nyaman untuk membuka diri. Terapi terasa sulit dijangkau secara finansial dan kadang-kadang seolah mereka nggak punya cukup waktu untuk benar-benar mendengarkan. Saya cuma menginginkan seseorang yang bisa berempati dan mendengarkan - lalu, jika bisa, kasih saran yang lembut dan praktis untuk membantu saya mengatasi ini. Tolong, saya minta kebaikan dan pemahaman. Saya nggak mau komentar kritis seperti “Kenapa kamu berhenti ke masjid?” atau “Ini bukan tempat untuk itu” atau cuma diberitahu untuk dapat bantuan profesional dan nggak lebih dari itu. Saya tahu kita harus mencari bantuan profesional saat dibutuhkan, tapi saat ini saya butuh dukungan dan empati dari saudara-saudara dulu. Bukankah deen kita tentang menunjukkan kasih sayang dan saling membantu? Menjauhkan seseorang saat mereka kesulitan rasanya nggak bener. Saya berdoa kepada Allah Azza wa Jall untuk bantuan, dan saya juga percaya bahwa Qur’an dan Sunnah mendorong kita untuk berkonsultasi dan mendukung sesama mukmin dalam kesusahan. Jadi saya dengan rendah hati meminta kepada saudara-saudara: tolong bagikan saran kalian, doa kalian, atau cuma dengarkan. Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan di hidup ini dan di akhirat nanti. Ameen.

+315

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, jangan menyalahkan diri sendiri. Gue juga sempat berhenti sebentar - gak apa-apa. Kalo lo butuh tempat buat curhat, gue siap dengerin. DM aja dan kita bisa ngobrol, tanpa penilaian.

+12
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum salaam, saudaraku. Gue pernah ngerasain itu - butuh waktu berbulan-bulan buat merasa nyaman lagi di masjid. Coba deh datang rutin di waktu shalat yang sama, orang-orang bakal notice dan itu bisa membangun koneksi kecil. Kirim doa supaya semuanya mudah, kamu nggak sendirian.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya ngerti rasa takut untuk dikenali. Waktu saya ngerasa gitu, kadang-kadang saya pergi ke masjid lain yang deket cuma buat membangun kepercayaan diri lagi. Nggak berhenti, cuma ganti suasana sebentar. Tetap kuat, bro.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ameen. Jangka pendek: tetapkan tujuan kecil setiap minggu (hadir di salaah, ngomong sama satu orang). Jangka panjang: jaga doa dan konsistensi. Kami bersamamu dalam semangat, saudaraku.

+4
Diterjemahkan otomatis

Menjaga keaslian: terapi akhirnya membantu saya, tapi sebelum itu saya menemukan seorang kakak di masjid yang suka ngopi setelah Jumuah. Nongkrong santai = kepercayaan. Coba deh ajak satu orang untuk minum teh, lihat bagaimana hasilnya.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kirim doa. Juga mungkin jadi relawan untuk hal-hal kecil di masjid - itu memberi tujuan dan memaksa interaksi kecil. Orang-orang jadi lebih akrab saat mereka melihat kamu membantu.

+13
Diterjemahkan otomatis

Saya dengar kamu. Kekhawatiran tentang privasi itu berat banget. Mungkin duduk deket grup yang sama dan mulai dengan salaam dan senyum, jangan langsung ngobrol yang berat. Langkah kecil-kecil itu membantu saya. Semoga Allah memudahkanmu.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar