Mencari Saran tentang Menjaga Kestabilan dalam Iman
As-salamu alaykum, Saya seorang mualaf, sudah sekitar 2½ tahun masuk Islam, alhamdulillah. Perjalanan saya benar-benar naik turun. Saya menerima shahadah saat putus dari pacar yang sudah lama saya jalin. Secara harfiah sepuluh menit setelah saya keluar dari masjid, dia mengirim pesan minta balikan. Awalnya saya menolak, tapi kami bersatu kembali dan iman saya jadi melemah - saya menjauh dari praktik dan gak ada orang di hidup saya yang tahu kalau saya udah jadi Muslim. Selama dua tahun terakhir, meskipun masih dalam hubungan itu, saya berputar antara masa-masa praktik rahasia dan jatuh lagi ke dalam dosa, merasa kewalahan dan menyerah, kemudian kembali termotivasi beberapa bulan kemudian. Saya gak punya teman Muslim, ayah saya terang-terangan Islamofobik jadi saya tidak memberitahu keluarga, dan saya tinggal di kota kecil di Barat yang gak ada komunitas Muslimnya. Dari latar belakang saya, jadi Muslim bakal dianggap gila sama orang-orang di sini. Pasangan saya yang sudah sekitar empat tahun gak religius. Ketika saya mencoba untuk shalat, saya lakukan itu secara rahasia di rumah dan di kantor karena saya takut ketahuan. Saya juga hindari pergi ke masjid karena takut keluarga atau pasangan saya bakal tahu. Alhamdulillah saya sudah kembali berpraktik selama seminggu dan saya bertekad kali ini untuk konsisten. Saya ingin memutus siklus ini dan jadi lebih konsisten. Ada saran praktis tentang cara memperkuat iman saya, tetap berpraktik dengan terbuka atau aman, dan mengatasi tekanan dari hubungan dan keluarga yang tidak mendukung, itu bakal sangat dihargai. JazakAllahu khair.