Diterjemahkan otomatis

Mencari Saran sebagai Sunni dalam Lingkungan Keluarga Syiah

Assalamu alaikum. Di keluargaku, ayahku mengikuti Islam Syiah, sementara ibuku adalah Sunni. Biasanya, ayah membimbing anak laki-laki (aku dan kakak laki-lakiku) dan ibu membimbing anak perempuan (kakak perempuanku) dalam keyakinan kami, tapi secara keseluruhan, rumah tangga kami condong ke praktik Syiah, dengan ibuku punya kecenderungan Sunni. Aku tidak setuju dengan keyakinan Syiah. Jujur saja, aku tidak terlalu religius seperti yang kuinginkan, dan aku rasa pola asuh Syiah yang kudapatkan turut berperan. Masalahnya, ayahku sangat kukuh dengan caranya sendiri. Dalam 19 tahun hidupku, aku belum pernah mendengar dia mengakui dirinya salah, bahkan ketika dia seringkali memang salah. Aku sama sekali tidak berlebihan-dia bisa menghabiskan berjam-jam berdebat dengan teman-teman Sunninya tentang Islam. Ibuku juga berpikir bahwa aku harus menaati ayahku tanpa pertanyaan, melihat hal lain sebagai kurang ajar. Kekhawatiran utamaku adalah: 1. Ayahku sering membawa kami ke acara-acara Syiah, seperti Majalis saat Muharram untuk mengenang Imam Husain atau Juloos Ashura di Toronto. Aku berusaha menghindarinya dengan membuat alasan tentang pekerjaan atau sekolah, tapi aku tidak suka berbohong kepada orang tua karena itu tidak benar. 2. Aku tidak ingin menikahi wanita Syiah. Aku oke dengan tradisi perjodohan di komunitas Pakistan kami, dan meski kami belum membicarakannya, jelas mereka menunggu aku menyelesaikan studi dan mendapat pekerjaan dulu. Aku berencana membesarkan anak-anakku dengan ajaran Sunni, tapi aku takut menikahi wanita Syiah bisa menyulitkan hal itu. Aku ingin menekankan bahwa jika aku memberi tahu ayahku langsung, dia akan marah besar-seperti, level marah yang bisa sampai mengusirku. Dia mungkin akan mengabaikan perasaanku tentang keyakinan, menyalahkan teman-teman Sunniku karena 'mempengaruhiku', atau bilang aku cuma malas dan tidak meluangkan waktu untuk Islam, yang tidak benar. Dia sangat keras kepala. Aku tinggal bersama orang tua dan saudara-saudaraku dan bergantung sepenuhnya pada mereka, tanpa tabungan atau pekerjaan untuk pindah karena aku fokus pada studiku. Apakah ada yang pernah berada di situasi serupa? Saran apa pun akan sangat kuhargai. JazakAllah khair.

+142

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini berat banget. Situasimu terdengar sangat menantang. Coba cari sesepuh yang bisa dipercaya dalam keluarga atau komunitas yang paham kedua sudut pandang untuk jadi penengah.

+14
Diterjemahkan otomatis

Terus kuat ya, bro. Keyakinanmu adalah antara kamu dan Allah. Mungkin bicaralah dengan seorang imam untuk mendapatkan bimbingan tentang cara menghormati ayahmu sambil tetap setia pada keyakinanmu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Fokuslah pada studi kamu, jadi mandiri. Semua jadi lebih mudah setelah kamu punya ruang sendiri dan bisa hidup sesuai keyakinan kamu dengan terbuka.

+21

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar