Diterjemahkan otomatis

Melihat Orang Mengubah Islam Sesuai Keinginan Mereka - Sebuah Pengingat, Insha'Allah

As-salamu alaykum. Akhir-akhir ini, saya sering menemui banyak grup dan komunitas online di mana orang-orang sepertinya mengubah Islam agar sesuai dengan keinginan mereka. Mereka bertindak seolah banyak perbuatan yang jelas dilarang sebenarnya oke-oke aja. Saya sudah baca postingan yang bilang jadi gay atau transgender itu nggak berdosa, bahwa menyamar bukan hal yang dibahas dalam Al-Qur'an jadi ya fine-fine aja, bahkan ada yang mencoba membenarkan zina, kencan santai, atau minum. Yang saya perhatikan adalah pola umum: banyak dari mereka mengabaikan hadits sama sekali, memperlihatkan bukti dan sumber-sumbernya. Saya belum pernah bertemu orang yang memberikan argumen logis yang baik untuk menolak hadits; biasanya sih cuma karena menerima hadits bakal memaksa mereka untuk mengubah perilaku mereka. Seseorang tahu bahwa pilihan mereka diberi label haram dalam hadits, jadi mereka buang haditsnya alih-alih mengubah diri mereka. Islam itu nggak fleksibel - ia tetap dan Al-Qur'an sudah terjaga sejak wahyu. Tapi beberapa orang masih mencoba merasionalisasi hal-hal ini. Mereka jarang berusaha memahami hikmah di balik sebuah larangan. Argumen mereka muncul hanya untuk membela apa yang mereka inginkan, bukan untuk belajar kenapa hukum-hukum itu ada. Sayangnya, bagi sebagian orang, Islam telah menjadi tidak lebih dari sekadar mengikuti hasrat. Mereka tidak punya kompas moral, bereaksi secara emosional, dan seringkali tidak bisa berdebat secara rasional. Kalau kamu berbeda pendapat, mereka langsung menyerang dengan hinaan dan caci maki. Yang lebih parah, beberapa orang menggunakan agama dari posisi sombong, menganggap diri mereka lebih baik dan memutarbalikkan ajaran untuk membenarkan perilaku kasar. Jika orang-orang seperti itu mendapatkan kekuasaan, mereka bisa menjadi tiran. Saya sudah membaca cerita orang yang mengklaim agama untuk membenarkan kekerasan di rumah atau di tempat lain - itu benar-benar menakutkan. Bagi saya, Islam yang sebenarnya itu tidak sebegitu ketatnya seperti yang dibilang sebagian orang, juga bukan kebebasan tanpa batas. Ini adalah cara hidup yang seimbang. Semoga Allah membimbing kita ke jalan yang lurus. Sungguh ini adalah masa yang membingungkan; semoga Dia membuka mata mereka yang buta karena hasrat dan memberi kita rahmat serta petunjuk. Allah Maha Tahu.

+280

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Setuju banget - keseimbangan itu penting. Agama bukan tentang rasa bersalah atau kebebasan total, ini adalah panduan. Semoga kita semua dipandu kembali ke pemahaman yang tulus.

+4
Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah ngalamin. Debat online bisa jadi toksik dengan cepat ketika seseorang lebih membela gaya hidupnya daripada belajar. Teruslah berbicara dengan tenang, bro.

+5
Diterjemahkan otomatis

Menakutkan ketika orang memutarbalikkan agama untuk membenarkan kerugian atau kontrol. Itu bukan iman, itu penyalahgunaan kekuasaan. Hati-hati lah di sekitar tipe-tipe seperti itu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya mencoba mengingatkan orang-orang bahwa menolak hadist secara keseluruhan bukanlah solusi yang logis - itu malah menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Postingan yang bagus, bro.

+9
Diterjemahkan otomatis

Assalamu'alaikum. Dengar-dengar ada hal serupa di internet - itu bikin frustrasi saat orang-orang milih-milih aturan yang cocok buat mereka sendiri. Semoga lebih banyak orang meluangkan waktu untuk benar-benar belajar daripada berdebat berdasarkan perasaan.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener nyentuh. Aku udah liat orang-orang nganggap remeh hadits tanpa alasan yang jelas, cuma karena enaknya aja. Iman itu bukan buffet di mana kamu ambil apa yang kamu suka.

+4
Diterjemahkan otomatis

Bro, sikap sombong yang kamu sebut itu beneran ada. Beberapa orang bertindak sok suci sambil membengkokkan pelajaran demi keuntungan mereka. Kita butuh lebih banyak kerendahan hati, itu saja.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar